Kampung Tangguh di Payakumbuh, Produktif di Tengah Pandemi
Editor: Makmun Hidayat
PAYAKUMBUH — Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat di Kubang Gajah, Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, tetap mampu berproduksi. Banyak kegiatan ketahanan pangan yang dilakukan, seperti beternak ayam, kolam ikan, tanaman cabe, dan kebutuhan bumbu dapur lainnya hingga dikenal sebagai Kampung Tangguh Covid-19.
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, mengatakan melihat banyak dampak positif dengan adanya kampung tangguh Covid-19 itu, maka perlu untuk setiap kelurahan menjadi kampung tangguh secara bertahap.
Hari ini saja, Pemko Payakumbuh yang kedatangan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, turut meresmikan tiga kampung tangguh lagi. Hal ini bakal menjadi percontohan oleh daerah lainnya, dalam menjadi kehidupan dalam kondisi new normal.
“Insyaallah, ke depan akan ada kampung tangguh lainnya di Payakumbuh, dengan menggali potensi yang ada di setiap kelurahan agar rakyat kita bisa kuat menghadapi pandemi Covid-19,” kata Riza, Rabu (17/6/2020).
Ia menjelaskan, metode yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan unsur ketahanan pangan seperti beberapa jenis tanaman pangan, ternak dan ikan. Pada areal yang tidak terlalu luas tersebut, kegiatan yang digerakkan oleh Polres Payakumbuh itu, menerapkan beberapa model penanaman tanaman pangan seperti konvensional, aquaponik, dan hidroponik.
Sedangkan pada budidaya ikan dilakukan pemanfaatan saluran drainase serta bioflok. Nantinya hasil dari Taman Pangan Terpadu ini akan mampu memenuhi ketersediaan pangan, baik untuk personel Polres Payakumbuh maupun masyarakat sekitarnya.
“Inilah yang menjadi contoh oleh Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menciptakan Kampung Tangguh Nusantara,” tegasnya.
Di kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, mengatakan, menghadapi tatanan normal baru produktif aman Covid-19 (TNBPAC), ketahanan pangan sangat dibutuhkan sebagai penopang kehidupan masyarakat selama dan setelah menghadapi pandemi Covid-19.
“Payakumbuh pemasok kebutuhan dari hasil pertanian dan peternakan terbesar di Sumatera Barat. Makanya kita nggak heran disini lahan-lahan tumbuh kembang menopang perekonomian warganya, sehingga dalam menghadapi wabah Covid-19 dampaknya tidak terlalu signifikan,” ujar gubernur.
Ia menyebutkan, luar biasa jika semua kampung, RT, RW, jorong, lurah dan nagari di Sumatera Barat telah melakukan seperti kampung tangguh tersebut. Di mana masyarakat berperan aktif melakukan kesiapsiagaan penanganan Covid-19. Seperti ada cek point, thermo scanner, ada posko pendataan dan kesiapan membantu beras dan kebutuhan keluarga yang diisolasi mandiri.
Selain itu, gubernur juga meresmikan tiga kampung tangguh, yakni Kampung Tangguh Kubang Gajah di Kelurahan Limbukan Kecamatan Payakumbuh Selatan. Di sini dilakukan pelepasan bibit ikan.
Kedua di Kampung Tangguh Nagari Koto Panjang, Kelurahan Koto Panjang Dalam dan Koto Panjang Padang Kecamatan Latina, dilakukan penanaman jagung bersama kelompok tani. Ketiga di Kelurahan Payobasuang Kecamatan Payakumbuh Timur meresmikan Rumah Pangan Lestari.
“Jika semua daerah dapat seperti ini, maka Sumatera Barat akan dapat segera terbebas dari penyebaran Covid-19 dan masyarakat pun jadi produktif,” harapnya.