Bertambah 1.041, Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 43.803 Kasus
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Pemerintah lewat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mencatat penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia, per Jumat (19/6/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 1.041 kasus. Dengan demikian jumlah total positif Covid-19 sampai dengan hari ini menembus angka 43.803 kasus, di mana 2.373 dinyatakan meninggal.
“Sampai dengan hari ini pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19 mencapai 43.803 kasus, di mana hari ini ada penambahan sebanyak 1.041 kasus baru. Kalau dilihat kasus ini tidak merata di seluruh Indonesia. Peningkatan tertinggi ada di Sulawesi Selatan,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat jumpa pers terkait penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (18/6/2020).
Sementara itu, sebut Yuri jumlah pasien yang sembuh dari ke hari terus bertambah, hari ini ada penambahan sebanyak 551 orang. Dengan demikian sehinga saat ini kata Yuri, jumlah total pasien positif Covid-19 yang sembuh menjadi 17.349 orang.
“Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal hari ini ada penambahan sebanyak 34 orang, sehingga sampai hari ini jumlah keseluruhan yang meninggal menjadi 2.373 orang,” ujarnya.
Yuri menyebutkan, meskipun ada penambahan kasus hari ini pihaknya tetap bersyukur karena di beberapa daerah ada penurunan jumlah kasus. Walaupun daerah lain juga melaporkan ada kasus baru positif Covid-19 yang cukup tinggi.
“Kita tetap harus bersyukur, karena di beberapa provinsi ada penurunan jumlah kasus, tetapi di beberapa provinsi masih laik ada juga yang melaporkan bahwa ada kasus baru cukup tinggi,” sebutnya.
Sebelumnya, pada Kamis (18/6/2020) jumlah kasus pasien positif Covid-19 bertambah 1.331 orang sehingga totalnya menjadi 42.762 kasus. Adapun, jumlah pasien yang meninggal bertambah 63 orang menjadi 2.239, sedangkan kasus sembuh bertambah 555 orang menjadi 16.798 orang.
Lebih jauh Yuri mengatakan, hari ini target pemeriksaan sehari 20.000 spesimen terkait Covid-19 terlampaui kembali. Sebanyak 20.717 spesimen hari ini telah diperiksa, sehingga dua hari berturut-turut target pemeriksaan 20.000 spesimen terlampaui atau bertambah sedikit lebih banyak dari hari sebelumnya yang mencapai 20.650.
“Kami telah melaksanakan pemeriksaan spesimen hari ini sebanyak 20.717, sehingga akumulasi spesimen yang sudah diperiksa sampai saat ini mencapai 601.239 spesimen,” ungkapnya.
Sebanyak 20.717 sampel Covid-19 yang diperiksa merupakan spesimen yang diambil dari 7.922 orang. Dari angka tersebut, terdapat penambahan 1.041 kasus positif corona baru. 7.502 orang berhasil diperiksa dengan metode real time PCR, dan 420 orang lainnya dengan tes cepat molekuler (TCM).
Jika diakumulasi, sampai hari ini, kata Yuri Indonesia sudah memeriksa 601.239 spesimen dari 366.581 orang. Uji spesimen dilakukan di 230 laboratorium lewat uji PCR dan Tuberkulosis Tes Cepat Molekuler (TB-TCM).
Sementara itu Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas, Reisa Broto Asmoro pembelian obat deksametason (dexamethasone) yang disebut dapat menyembuhkan penyakit tersebut saat ini masuk dalam radar pengawasan BPOM. Hal itu, lebih kepada bentuk pengawasan agar masyarakat tak menggila dengan mengonsumsinya tanpa mengetahui akibat atau efek samping dari obat tersebut.
“BPOM akan pantau peredaran dexamethasone, maka saudara meski kita telah mendengar berita baik kemajuan dunia kesehatan baik dalam dan luar negeri, WHO sampai saat ini belum tentukan obat atau kombinasi pengobatan yang tepat untuk perawatan pasien COVID,” kata Reisa saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (17/6/2020).
Reisa menyebutkan, penggunaan obat steroid termasuk dexamethasone diwajibkan adanya pengawasan dan izin penuh dari pihak dokter. Hal itu untuk mengantisipasi munculnya efek samping dari obat yang bentuknya akan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
“Pemakaian obat-obat steroid hanya dibolehkan dalam pengawasan ahli, dokter, dan dilakukan dengan sarana yang memadai. Tentunya yang siap tangani efek samping yang terjadi,” ungkapnya.