Terkait Tes Swab, Peralatan Laboratorium Unand Padang Perlu Ditambah
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Pihak laboratorium Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, mengklaim bisa meningkatkan jumlah tes sampel swab apabila Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menambahkan peralatan dan kapasitas di laboratorium tersebut.
Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra, menjelaskan, tim yang bertugas di laboratorium selama ini bekerja hampir 24 jam, sehingga tim bekerja melebihi kapasitas. Dengan alat dan tim yang ada sekarang, tim mampu melakukan tes sampel swab setiap harinya sebanyak hingga 500.
Menurutnya, idealnya untuk lebih maksimal dan menuntaskan penanganan Covid-19 di Sumatera Barat ini, perlu lebih banyak lagi dilakukan tes swab dengan cara penambahan alat. Kini apabila peralatan dan kapasitas laboratorium ditambah, maka tes swab bisa dilakukan lebih banyak lagi, yakni mencapai hingga 1.000-1.500 sampel per hari.
“Dengan peralatan yang ada saat ini kita nyaris bekerja selama 24 jam, dengan kinerja melakukan tes sampel swab sebanyak 500 per harinya. Nah, jika peralatan Laboratorium Unand Padang ini ditingkatkan, maka kita bisa meningkatkan jumlah tes sampel swab, yakni 1.000-1.500 sampel per hari,” katanya, Senin (11/5/2020).
Ia menyebutkan, melihat situasi penyebaran virus Covid-19 yang semakin hari terus membuat warga jadi terpapar, penting untuk meningkatkan kinerja, agar penanganan Covid-19 ini bisa lebih maksimal.
Sementara itu, menyikapi harapan dari pihak laboratorium Unand Padang itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat, Yefri Heriani, mengatakan, di satu sisi Ombudsman melihat sejauh ini strategi Laboratorium Biomedik Unand Padang yang telah melakukan pool test Corona dengan mencari sejumlah orang dalam populasi tertentu, tampaknya sangat efisien dan efektif, untuk mempercepat upaya memutus rantai penyebarluasan covid 19.
Bahkan dengan hasil pool test tersebut, akan memperkuat pemerintah untuk melakukan pembatasan lalu lintas antar area dan pemerintah pun dapat menjaga ketat daerah yang tidak terinfeksi agar tetap bebas dari Covid-19.
“Pemerintah dapat memikirkan strategi yang lebih kencang untuk menjadikan daerah yang berada pada zona hijau covid sebagai penopang produksi, sehingga kondisi ekonomi bisa juga lebih cepat terpulihkan,” sebutnya, via pesan singkat.
Menyadari pentingnya upaya ini, Ombudsman melihat, Gubernur Sumatera Barat sebenarnya telah memberikan perhatian dan dukungan yang banyak terhadap laboratorium Unand Padang tersebut. Tak dipungkiri bahwa Gubernur sering bolak-balik ke laboratorium Biomedika Unand untuk memastikan laboratorium bisa melakukan layanan pemeriksaan swab.
Namun, harapan yang disampaikan oleh pihak laboratorium Unand Padang itu, sebaiknya menjadi pertimbangan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, agar penanganan Covid-19 benar-benar bisa dilakukan semaksimal mungkin.
“Peran yang sangat penting dalam penanganan Covid-19 di Sumatera Barat telah dimainkan laboratorium Biomedika Unand sampai sekarang. Kita berharap hal ini bisa didukung oleh Pemprov Sumatera Barat,” pintanya.