Kuwait Memulai New Normal dengan Penerapan Jam Malam Parsial
JAKARTA – Kuwait akan segera menyelesaikan masa karantina wilayah total, dan memulai tahap pertama the new normal (kelaziman baru) di tengah pandemi COVID-19 pada Minggu (31/5/2020).
Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengubah aturan jam malam total, menjadi jam malam parsial dari pukul 6 sore hingga 6 pagi. “Jam malam parsial diberlakukan di semua area, sementara penutupan akses masih berlaku di beberapa provinsi yang dianggap sebagai pusat penyebaran virus, antara lain Farwaniya, Khaitan, Hawally, Jleeb, dan Mahboula,” kata Ketua Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK), Ibnu Munzir, Sabtu (30/5/2020).
Untuk tahap pertama, pemerintah sudah mengizinkan aktivitas ibadah di masjid, kecuali untuk salat Jumat, dan tempat ibadah lain dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sementara sebagian besar pekerjaan masih harus dilakukan dari rumah. Selain itu, restoran dan kafe juga akan bisa melayani pesanan drive-thru dan pengiriman ke rumah.
Kegiatan bisnis otomotif, termasuk toko suku cadang kendaraan, bengkel, dan tempat cuci mobil juga akan mulai dibuka. “Saya sendiri melihat pelonggaran pembatasan gerak di Kuwait saat ini telah melalui pertimbangan yang matang dan melibatkan para ahli kesehatan, sehingga tentu waktunya sudah sesuai,” ujar Ibnu menambahkan.
Ibnu menyebut, diaspora Indonesia menyambut baik langkah pemerintah Kuwait melonggarkan jam malam total menjadi jam malam parsial. Hal itu dikarenakan, membuat beberapa aktivitas bisa kembali dilakukan. Mengingat mereka seperti juga masyarakat pada umumnya, merindukan situasi kehidupan normal.
Kuwait merencanakan lima tahapan untuk beralih sepenuhnya dari pembatasan sosial secara total, menuju kehidupan the new normal di tengah pandemi COVID-19. The New Normal masih akan berlangsung hingga, obat atau vaksin penyakit tersebut ditemukan. Setiap tahapan akan dijalankan selama tiga pekan, sehingga tahap terakhir rencananya dapat berlangsung mulai pengujung pekan keempat Agustus.
Hingga hari ini, Kuwait melaporkan ada sekira 25 ribu kasus infeksi COVID-19. Dengan pertambahan kasus baru harian sebanyak 800 hingga 1.000. Sedangkan jumlah kematian pasien relatif sangat rendah, yakni sebanyak 194 kasus. Dari jumlah tersebut, terdapat 65 warga Indonesia yang positif COVID-19. Mereka sebagian besar berprofesi sebagai perawat, dua di antaranya meninggal dunia, menurut catatan Tim Satgas COVID-19 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kuwait. (Ant)