Datangi Pasar Tradisional, Pemkot Bekasi Tes Swap Warga
Editor: Mahadeva
BEKASI – Pemkot Bekasi, Jawa Barat, menggelar tes swab secara jemput bola, ke beberapa pertokoan dan pasar tradisional wilayahnya.
Pengambilan sampel tes swab di lima pasar yang berlangsung Minggu (10/5/2020), di monitoring secara langsung Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. “Ini adalah kepedulian Pemkot Bekasi. Saya melihat warga ataupun pedagang masih banyak yang belum menyadari akan bahaya dari wabah ini, masih banyak yang tidak menggunakan masker, atau masih berdempetan di area pasar tanpa ingat adanya PSBB,” tabdas Rahmat Effendi, di Pasar Tradisional Jatiasih, Minggu (10/5/2020).
Rahmat menyebut, ada kesulitan tersendiri dalam penerapan physical distancing di pasar. Dan masih butuh sosialisasi secara intensif. Dinas Pasar akan diminta menyediakan masker, dan terus mengingatkan pengunjung agar tidak terjadi kerumunan. “Sering saya sampaikan, wabah ini tidak mengenal strata, umur dan lainnya, semua juga ikut sosialisasikan bahaya ini, kesadaran dari warga-lah kunci utamanya,” papar Rahmat Effendi.
Tes swab dilakukan secara acak dengan metode PCR. Yang disasar pengunjung dan pedagang. Dengan cara tersebut diharapkan, bisa terlihat pola persebaran virus corona.
Pekan lalu, Wali Kota Bekasi menugaskan tim medis dan analis dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid (RSCAM), untuk melakukan tes swab di delapan titik PSBB, dengan membawa 900 alat tes swab. Hasilnya, di dapatkan 10 warga positif terinfeksi. Sementara untuk jemput bola di 12 pasar yang ada di setiap kecamatan, disiapkan masing masing 50 alat tes swab.
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memantau langsung tes swab di empat pasar tradisional meliputi, Pasar Wisma Asri, Pasar Harapan Jaya, Pasar Kranji dan Pasar Bintara Jaya. “Petugas yang ada perlu jemput bola ke warga, agar mereka mau di cek kesehatan di posko yang sudah disediakan,” kata Tri Adhianto.
Hasil tes akan di serahkan kepada ke P2P Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Dinkes Kota Bekasi. Hasil tes menjadi bahan evaluasi, dan pemetaan kasus Covid-19 di Kota Bekasi.