Combro Jajanan Lezat Khas Berbahan Singkong
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Jajanan combro merupakan salah satu kuliner berbahan singkong atau ubi kayu yang cukup dikenal. Umumnya combro kerap dibuat dengan isian oncom, namun varian isian mulai dikreasikan sesuai selera pembuat.
Yohana, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) membuat combro berbagai isian alternatif.

Yohana mengaku membuat combro dengan variasi isian daging ayam, jeroan dan tempe pedas. Sulitnya memperoleh oncom sebagai isian yang kerap ditemukan pada kuliner combro membuat ia memilih alternatif isian.
Bahan baku pembuatan combro berupa singkong atau ubi kayu mudah diperoleh dari kebun. Jenis singkong roti dengan tekstur lembut dan gurih jadi pilihan.
Sejumlah bahan pembuatan combro selain singkong menurutnya berupa bahan isian. Bahan pelengkap untuk menambah rasa gurih pada combro meliputi daun bawang kucai, garam, gula pasir. Bahan isian yang digunakan meliputi tempe yang sudah dipotong serta digoreng lalu ditumbuk. Hal yang sama dilakukan pada daging ayam dan jeroan sebagai isian.
“Pemilihan bahan isian yang variatif agar rasa combro tidak monoton bahkan kerap saya membuat isian dengan keju mozarella dan coklat sehingga disukai oleh anak-anak,” terang Yohana saat ditemui Cendana News, Sabtu (9/5/2020).
Berbagai bahan isian harus disiapkan dengan kondisi matang melalui proses penumisan. Bahan yang digunakan meliputi tomat merah yang dicincang, daun salam, daun jeruk, garam dan gula pasir.

Bahan isian tempe dan daging ayam serta jeroan bisa dipisah saat proses penumisan. Tiga jenis isian tersebut dipisah dalam mangkuk kecil untuk memudahkan proses memasukkan dalam adonan.
Selain bahan isian, bumbu halus yang digunakan untuk pelengkap adonan sangat penting untuk penambah rasa. Jenis bahan yang digunakan meliputi cabai merah, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, merica.
Bahan singkong yang telah diparut akan diperas sehingga bagian aci terbuang. Adonan singkong yang telah diparut akan dicampurkan dengan bumbu halus.
“Adonan parutan singkong akan diuleni dengan bumbu agar merata dan didiamkan belasan menit agar meresap,” bebernya.
Setelah adonan siap, menggunakan sendok letakkan di telapak tangan dan dipipihkan. Yohana mengaku pengisian bahan isian dimulai dari tempe hingga habis dilanjutkan isian daging ayam dan jeroan.
Kombinasi ketiga isian bisa juga dicampurkan namun ia memilih memasukkan isian ke dalam combro agar setiap combro yang dibuat memiliki rasa berbeda.
Setelah semua isian combro dimasukkan dalam adonan, proses penggorengan bisa dilakukan. Warna coklat combro sebagai penanda sudah matang selanjutnya ditiriskan.
Combro berbentuk oval yang sudah matang setelah digoreng selanjutnya akan disajikan dalam piring. Sebagai pelengkap bagi penyuka pedas tambahan cabai rawit dan sambal kacang atau saus tomat bisa disertakan.
“Pembuatan combro pada hari biasa bisa untuk menu sarapan pengganti nasi atau menu berbuka saat bulan Ramadan,” bebernya.
Christeva, salah satu keponakan Yohana mengaku menyukai jajanan combro. Ia mengaku jajanan tersebut kerap dijual di sekolah oleh sejumlah pedagang. Namun selama dua bulan belajar dari rumah ia rindu akan kuliner berbahan singkong tersebut. Kue combro menurutnya bisa disantap dengan sambal kacang dan cabai rawit yang menghangatkan badan.
“Saat ini kerap turun hujan sehingga jajanan combro cocok disantap untuk penghangat badan dan menambah daya tahan tubuh,” terang Christeva.
Isian daging ayam menurutnya jadi pilihan meski ia juga menyukai isian tempe dan jeroan. Setelah combro dibuka di bagian tengah bisa ditemukan sejumlah isian.
Ia bisa menikmatinya dengan sendok garpu dan mencocol sambal kacang yang lezat. Sebagai pengganti nasi combro sangat tepat karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi.