Kasus Pertama di Banyumas, Satu OTG Positif COVID-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Banyumas bertambah 1, yaitu ibu-ibu usia 76 tahun, warga Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat. Kasus tersebut merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) pertama di Banyumas yang tidak diketahui ia terpapar dimana, kapan dan dari siapa.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan, kasus pertama yang merupakan transmisi lokal ini harus diwaspadai, karena sumber penularannya tidak diketahui. Sebab, dari hasil tracking, semua keluarga serta orang terdekat yang sudah melakukan kontak dengan yang bersangkutan, hasil rapid test-nya negatif.

“OTG terkonfirmasi Covid-19 ini kasus pertama di Banyumas, jadi ibu ini terpapar di luar rumah, namun tidak diketahui dari siapa, dimana dan kapan. Jadi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah harap meningkatkan kewaspadaan, selalu gunakan masker dan jaga jarak,” kata Bupati, Sabtu (9/5/2020).

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa Klaster Gowa yang dinyatakan masih terbuka sudah ada titik terang, dimana salah satu pondok pesantren di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan secara pro aktif melaporkan 8 santrinya yang baru pulang ke pondok.

Sehingga potensi penyebaran dari Klaster Gowa sudah terlacak dan saat ini sedang dilakukan tracking terhadap orang-orang yang sudah melakukan kontak dengan para santri tersebut.

“Jika hasil tes dari 8 santri dan orang-orang di sekitarnya negatif, maka Klaster Gowa bisa dikatakan selesai,” jelasnya.

Selanjutnya, Husein menyampaikan jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh juga bertambah dua orang. Yaitu satu warga Kelurahan Purwokerto Lor Kecamatan Purwokerto Timur dan warga Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja. Dengan penambahan dua pasien yang sembuh ini, maka total jumlah positif Covid-19 yang sembuh di Kabupaten Banyumas ada 10 orang.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kemarin meninggal dunia, yaitu warga Desa Gentawangi, Kecamatan Jatilawang, hasil swab sudah dikirim ke Yogyakarta. Sehingga belum diketahui positif atau negatif Covid-19. Namun, pasien tersebut mempunyai pemberat penyakit lain yaitu ginjal dan paru-paru.

Sementara dua PDP yang juga sudah meninggal dunia, yaitu warga Kelurahan Karangklesem dan Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, hasil swab sudah keluar dan dinyatakan negatif.

“Satu PDP meninggal warga Perum Puri Hijau dan yang satunya yang bekerja di Terminal Bulupitu Purwokerto, warga Kelurahan Teluk, hasil tes swab negatif, jadi keduanya meninggal bukan karena Covid-19,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, menyampaikan, dengan penambahan satu pasien positif Covid-19, maka total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas hingga saat ini ada 46 orang. Dengan perincian sebanyak 33 orang masih menjalani perawatan, 10 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

“Untuk PDP total ada 215, sebanyak 45 orang masih menjalani perawatan, 31 orang masih menunggu hasil swab, 13 orang meninggal dunia dan 126 dinyatakan negatif,” pungkasnya.

Lihat juga...