Berupaya Menembus Gorontalo, Empat Warga Boalemo Nekat Lewati Gunung dan Sungai

Suasana salah satu sudut di Kota Gorontalo saat malam hari setelah penerapan PSBB sejak 4 Mei 2020 lalu – Foto Ant

GORONTALO – Meski telah berjalan kaki melintasi gunung dan sungai, empat orang warga Boalemo, gagal menembus perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Tolite Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara.

Warga tersebut adalah. AN (42), FM (23) dan MM (21), ketiganya merupakan warga Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Kemudian, AT (37), warga Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

Keempat orang tersebut berupaya masuk Gorontalo lewat Buol Sulawesi Tengah. Mereka sebelumnya ditolak oleh aparat keamanan, karena Gorontalo sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Awalnya mereka masuk tapi sudah kami minta pulang, tidak masuk perbatasan. Rupanya, sore mereka kembali melewati gunung dan sungai untuk bisa masuk. Ada petani yang melapor dan kita amankan,” ujar Camat Tolinggula, Rizal Yusuf Kune, di Gorontalo, Kamis (14/5/2020).

Hingga Kamis (14/5/2020) malam, ke-empat warga itu masih ditahan di posko perbatasan. Mereka diharuskan menjalani rapid test COVID-19, sebelum dikembalikan lagi ke Sulawesi Tengah. Pemerintah kecamatan Tolinggula sudah berupaya menghubungi aparat desa dan kecamatan Mananggu dan Paguyaman, terkait nasib warga tersebut.

Namun, komunikasi melalui telpon seluler belum tersambung dengan baik. Provinsi Gorontalo sejak 4 Mei hingga 17 Mei 2020 menerapkan PSBB. Salah satu poin pentingnya yaitu, menutup semua akses masuk darat, laut dan udara, sehingga warga diminta tidak keluar masuk perbatasan selama periode itu, untuk mencegah penularan virus corona. (Ant)

Lihat juga...