Warga Sikka Dikarantina Minta Dipulangkan
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Dari 179 bekas penumpang kapal KM Lambelu yang selama ini menjalani karantina terpusat di gedung Sikka Comvention Center (SCC) dan 141 orang di aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sikka, sebanyak 38 orang di antaranya meminta dipulangkan ke rumah masing-masing.
Mereka beralasan, masa karantina selama 14 hari sudah selesai dilaksanakan, sehingga seharusnya sudah bisa dipulangkan ke rumah mereka untuk menjalani karantina mandiri, bila diperlukan.
“Kami minta dipulangkan saja, sebab masa karantina kami sudah selesai. Kalau harus karantina mandiri lagi, kami siap melaksanakannya di rumah masing-masing,” kata Agus, salah seorang warga yang dikarantina di SCC, Rabu (22/4/2020).

Menurut Agus, seharusnya mereka sudah dipulangkan ke rumah sambil menunggu hasil swab 4 bekas penumpang Lambelu yang sedang dikirim pemeriksaan ke Surabaya.
Selain itu, mereka juga mengeluhkan tentang terlambatnya suplai makanan dan tempat karantina yang tidak layak bagi peserta karantina terpusat, karena fasilitasnya terbatas.
“Kalau makin lama di tempat ini takutnya kami yang sehat juga ikut sakit, sebab tempatnya sangat tidak layak dan sempit, karena banyak warga yang dikarantina,” sebutnya.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, yang datang menemui warga yang menjalani karantina di gedung Sikka Convention Center (SCC) dan aula Rumah Jabatan (Rujab) bupati Sikka, mencoba memberikan penjelasan.
Menurut Petrus, peserta karantina akan dipulangkan ke rumah masing-masing setelah hasil swab 4 pasien bekas penumpang KM. Lambelu dari Surabaya sudah diketahui, karena saat ini hasilnya belum diterima.
“Kalau hasilnya keluar besok dan negatif, maka semua bekas penumpang kapal KM Lambelu yang dikarantina akan dipulangkan. Saya berharap, semua bersabar karena pemerintah mengambil langkah terbaik bagi peserta karantina dan masyarakat kabupaten Sikka,” terangnya.
Terkait fasilitas yang kurang memadai, Petrus mengatakan semua daerah tidak siap menghadapi situasi ini, dan fasilitas yang disediakan sesuai kemampuan pemerintah kabupaten Sikka, apalagi masyarakat juga menolak lokasi karantina.
Kepala Dinas Kesehatan Sikka ini berharap, warga yang dikarantina mentaati segala imbauan dan arahan dari pemerintah agar semua warga kabupaten Sikka tidak tertular Covid-19.
“Tenaga medis berjibaku melawan Corona dan bekerja selama 24 jam. Tenaga medis kami bukan hanya melayani warga yang dikarantina di dua lokasi di kota Maumere saja, tetapi mengawasi semua pelaku perjalanan di semua wilayah hingga ke pelosok desa,” terangnya.
Sementara itu pantauan di lokasi, warga yang dikarantina di gedung SCC sudah berteriak sejak pagi meminta agar mereka dipulangkan ke rumah, karena masa karantina sudah selesai.
Bahkan, banyak warga yang sudah memasukkan pakaian ke dalam tas dan diletakkan di depan pintu masuk SCC, serta berteriak minta dipulangkan. Namun, ditenangkan oleh aparat keamanan yang berjaga di lokasi karantina.
Setelah berdialog dan menyampaikan pendapat kepada juru bicara Gugus Tugas dan mendapatkan jawaban, warga yang dikarantina juga masih belum menerima dan berteriak minta dipulangkan.