Pasien Positif Covid-19 di Banyumas, Bertambah

Editor: Koko Triarko

Ilustrasi - Sampel darah pasien COVID-19. -Ist

PURWOKERTO – Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas terus bertambah. Hari ini, Sabtu (25/4/2020), Pemkab Banyumas menerima hasil swab yang menyatakan 8 PDP positif Covid-19, sehingga total jumlah yang terkonfirmasi positif ada 35 orang.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan penambahan postitif Covid-19 berasal dari Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, klaster ijtima ulama Gowa dan satu dari Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan.

Bupati Banyumas, Achmad Husein di ruang kejanya, Sabtu (25/4/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Dengan adanya penambahan yang positif Covid-19 ini, maka total jumlah yang terkonfirmasi positif ada 35 orang, tiga orang di antaranya sudah meninggal dunia,” terang Bupati.

Lebih lanjut Husein menjelaskan, untuk klaster Berkoh, terkonfirmasi ada penambahan 3 orang positif Covid-19. Yaitu, pasien laki-laki yang sudah meninggal dunia, kemudian istri dan cucu PDP tersebut. Sehingga dua PDP positif masih menjalani perawatan dan satu PDP positif sudah meninggal dunia.

“Ayahnya ini belum sampai menjalani perawatan 24 jam, kemudian meninggal dunia. Keluarga kita lakukan tes dan hasil swab baru keluar hari ini, istri dan cucu PDP yang sudah meninggal dunia tersebut terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Husein.

Tambahan selanjutnya, yaitu dari klaster ijtima ulama Gowa. Berdasarkan hasil penelusuran petugas terhadap klaster Kober, dan ditemukan 40 orang hasil rapid test-nya positif.

Dari 40 orang tersebut, yang hasil swab positif ada 3 orang. Yaitu, dari Desa Tipar Kecamatan Ajibarang, Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Desa Perbandana, Kecamatan Kembaran dan Desa Kedungringin, Kecamatan Patikraja. Keempat pasien positif Covid-19 tersebut, saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang.

“Tambahan positif Covid-19 yang terakhir adalah warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, yang bersangkutan saat ini masih dirawat di RSUD Goeteng Taroenadibrata, Kabupaten Purbalingga. Kita sudah mengecek ke rumah yang bersangkutan dan rumah dalam kondisi kosong. Namun petugas tetap akan melakukan tracing untuk mengetahui siapa saja yang sudah kontak dengan PDP positif Covid-19 tersebut,” kata Bupati.

Bupati menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penelusuran terhadap klaster-klaster baru yang bermunculan, sehingga karantina bisa cepat dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Terpisah, salah satu warga Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, Satro, mengatakan imbauan pemkab untuk perantau yang pulang supaya mengisolasi diri masih banyak yang diabaikan.

Ia mengatakan, tetangganya baru pulang dari Jakarta, tetapi tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

“Katanya warga yang baru datang dari luar kota harus mengkarantina diri, tetapi tetangga saya tidak melakukan hal tersebut, dan pengurus RT tidak berani menegur, ini kan membuat cemas warga sekitar,” tuturnya.

Lihat juga...