Masyarakat Sumbar Diminta Gunakan Masker, Situasi Belum Stabil
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PESISIR SELATAN – Masyarakat di daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih terlihat belum begitu komit untuk menjaga diri dari bahaya penularan virus Covid-19. Padahal daerah tersebut, terdapat 160 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 3 pasien positif terpapar Covid-19.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, telah menyampaikan kepada perangkat daerah untuk aktif mensosialisasikan pentingnya memakai masker terhadap masyarakat hingga ke perkampungan. Penggunaan masker dalam situasi darurat Covid-19, juga merupakan anjuran dari badan kesehatan dunia (WHO).
“Berdasarkan rekomendasi WHO, dalam kondisi Covid-19 ini masyarakat wajib menggunakan masker, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar, serta untuk warga yang tergolong ODP. Sehingga bisa memutus mata rantai penularan,” katanya, Kamis (9/4/2020).
Diakuinya bahwa situasi di Pesisir Selatan tengah membutuhkan masker. Sejauh ini masker yang pernah dibagikan ke masyarakat, jauh dari kata cukup. Untuk itu ia mengajak para dermawan terutama para kepala perangkat daerah untuk ikut menyumbangkan masker kepada masyarakat.
Menurutnya, dalam kondisi wabah saat sekarang ini, jangan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, karena ini sudah menjadi tanggung jawab bersama. Untuk itu, kepada seluruh pihak diminta harus saling bersinergi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini, selain sembako yang menjadi kebutuhan masyarakat masker juga, dan daerah kita ini, lagi sulit untuk mendapatkan masker,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini Pemkab Pesisir Selatan sudah memesan masker kain untuk dibagikan kepada masyarakat. Terkait berapa jumlahnya, diakui Hendrajoni belum diketahui jumlahnya, karena situasi seperti ini Pemkab belum bisa membagikan merata kepada seluruh masyarakat.
Selain itu, Hendrajoni juga mengajak bagi para dermawan yang hendak berdonasi masker agar memesan melalui UMKM ataupun usaha rumahan yang ada di Pesisir Selatan. Ini juga diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid19 sekaligus dapat menciptakan sedikit lapangan kerja baru.
“Makanya saya berharap masyarakat untuk ada kemauan dari diri sendiri, jaga kesehatan dengan cara pakai masker. Hindari dulu keramaian dan yang terpenting kalau ada gejala segera berobat ke Puskesmas,” imbaunya.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pesisir Selatan, Rinaldi, mengatakan saat ini dari data terbaru jumlah warga yang positif Covid-19 dari hari sebelumnya, hari ini ada tiga pasien yang positif terpapar Covid-19. Padahal sebelumnya ada yang empat. Dikarenakan sudah ada satu pasien yang sembuh, maka hari ini kabar baiknya ada situasi yang cukup menyenangkan.
Ia menjelaskan di antara tiga orang pasien positif itu, dua pasien dirawat di M.Djamil Padang, dan satu orang diisolasi di Rumah Sakit M. Zein Painan.
Sementara pada hari sebelumnya dua orang pasien positif diisolasi di Rumah Sakit M. Zein Painan, dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit M.Djamil Padang, sehingga pasien positif yang dirawat di M. Djamil Padang asal Kabupaten Pesisir Selatan, tetap menjadi dua orang.
Data hari ini dari laporan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, jumlah orang dengan status notifikasi atau Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 3.444 orang, ODP 169 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) nihil.
Sedangkan jumlah orang notifikasi atau orang tanpa Gejala (OTG) dan ODP sudah menyelesaikan masa pantauan selama 14 hari.
“Jadi untuk orang notifikasi atau OTG yang selesai menjalani masa pemantauan berjumlah 723 orang bertambah 111 orang. Sebelumnya sebanyak 612 orang,” jelasnya.
Disampaikannya, untuk ODP yang selesai menjalani masa pemantauan berjumlah 94 orang, bertambah 8 orang sebelumnya 86 orang. PDP yang selesai menjalani masa pengawasan 3 orang. Kasus positif yang sudah sembuh satu orang.