Atasi Distribusi Pangan, Pemprov Jateng Berdayakan Transportasi Ojek
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SEMARANG – Persoalan distribusi pangan menjadi salah satu kendala yang diprediksi terjadi di tengah pandemi covid-19. Hal tersebut mendorong Pemprov Jateng ingin memberdayakan transportasi ojek, baik online atau konvensional untuk mengatasi persoalan distribusi tersebut.
“Saya pastikan stok pangan di Jateng menjelang bulan Suci Ramadan relatif aman, meskipun covid-19 masih melanda. Namun saat ini yang justru jadi kendala adalah sistem distribusi. Bagaimana agar distribusi transportasi bisa langsung ke konsumen, sebab kalau distribusi tidak lancar, saya khawatir inflasi lebih tinggi dari bulan Maret 2020,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis (9/4/2020).
Pihaknya pun menawarkan solusi untuk mengatasi persoalan distribusi tersebut dengan memberdayakan para pengemudi ojek online maupun konvensional.
“Dengan catatan, karena sekarang masih di tengah pandemi covid-19, maka para pengendara ojek tersebut mesti diberi bekal pengetahuan tentang protokol kesehatan. Dalam waktu dekat ini, saya akan melakukan kerjasama dengan operator ojek online maupun konvensional,” lanjutnya.
Pihaknya berharap dengan kerjasama tersebut, akan membuka lapangan kerja baru, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat yang terimbas covid-19.
“Ojeknya bisa mobil maupun sepeda motor, kita harapkan dengan adanya kebijakan ini, akan ada lapangan kerja baru. Tentu dengan pengelolaan yang lebih ketat,” katanya.
Sementara, terkait bahan pokok, secara keseluruhan stok yang ada masih mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Bahkan pada kebutuhan pokok jenis tertentu, beras misalnya, mampu bertahan hingga tujuh bulan.
Namun ada pula beberapa jenis kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga maupun kekurangan. Untuk mengatasi hal tersebut, Ganjar telah menerjunkan dinas terkait agar mengawasi perkembangan lebih serius.
“Stok dalam tiga bulan masih aman. Bergantung jenisnya. Kalau untuk beras bisa bertahan sampai tujuh bulan. Saat ini, harga ayam agak jatuh. Lalu gula, yang sampai hari ini belum turun ke pasar, tapi pelan-pelan sudah masuk. Meski sudah turun tapi belum signifikan, masih kurang. Kemudian juga bawang. Selain itu kita masih ok,” katanya.
Sebagai catatan, Ganjar mengatakan, berdasarkan data dari BPS Jateng, pada bulan Maret inflasi di Jateng hanya 0,02 persen atau lebih rendah dari bulan lalu Februari yang sebesar 0,44 persen dan nasional 0,10 persen.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Arif Sambodo, menuturkan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melalukan pengawasan harga dan stok bahan pangan.
“Kita akan lihat perkembangan di lapangan, jika harga sembako dan produk pangan lainnya naik di atas kewajaran, kita akan melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga serta pasokan,” tandasnya.