Dua Dusun di Purbalingga Terapkan ‘Lockdown’
Editor: Koko Triarko
PURBALINGGA – Dua dusun di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menerapkan lockdown atau karantina mandiri dengan menutup akses jalan masuk ke dusun. Keputusan tersebut diambil setelah salah satu warganya dinyatakan positif Covid-19, warga tersebut berasal dari klaster Gowa.
Dua dusun yang mengkarantina mandiri, yaitu Dusun 1 Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong dan Dusun 3, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan.
Kepala Desa Pandansari, Ridi, mengatakan setelah mengetahui ada warganya yang positif terpapar Covid-19, pihaknya langsung mengadakan rapat dengan pengurus desa, dan diputuskan untuk melakukan karantina mandiri satu dusun.
“Kita sudah putuskan, untuk memutus penyebaran Covid-19, dusun ini menutup diri atau lockdown. Pintu masuk dusun ditutup dan kita juga membuat posko khusus untuk memantau dan memastikan seluruh warga mentaati peraturan karantina mandiri,” jelasnya, Selasa (28/4/2020).
Dusun 1 terdiri dari 350 kepala keluarga (KK), dan lebih dari 1.000 jiwa. Salah satu warganya ikut menghadiri kegiatan ijtima ulama di Gowa, dan baru-baru ini dinyatakan positif Covid-19.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tumanggal, Surati. Menurutnya, ada dua dusun di Desa Tumanggal yang berdasarkan hasil tracing, ada warga desa yang sudah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. Yaitu, sebanyak empat RT di Dusun 2 dan satu RT di Dusun 3.
“Keputusan lockdown ini mulai diterapkan sejak Sabtu (25/4/2020), sehingga sekarang sudah masuk hari ke tiga,” tuturnya.
Untuk mendukung penerapan lockdown tersebut, Desa Tumanggal membuat posko-posko untuk mengawasi aktivitas warga dan memastikan tidak ada warga yang keluar-masuk dusun.
“Pengawasan ini tidak hanya dilarang keluar dari dusun, tetapi juga tidak diperbolehkan keluar dari rumah. Kecuali ada kepentingan yang tidak bisa ditunda, diperbolehkan, tetapi harus mengajukan izin terlebih dahulu ke pihak desa,” terangnya.
Untuk membantu upaya dua dusun tersebut yang sedang berjuang memutus penyebaran Covid-19, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi memberikan bantuan sembako untuk warga. Untuk Desa Pandansari diberikan bantuan 350 paket sembako dan Desa Tumanggal 274 paket sembako.
”Ini bantuan dari Pemkab Purbalingga untuk membantu warga yang sedang mengkarantina diri selama 14 hari,” kata Bupati.
Bupati Tiwi merasa perlu memberikan bantuan, karena seluruh kegiatan warga di dua dusun tersebut dibatasi hingga dua minggu ke depan. Dan, tidak semua bisa menyetok kebutuhan pangan dalam jumlah banyak.
“Seluruh kegiatan di dua dusun tersebut terhenti, termasuk kegiatan ekonomi, jadi kita beri bantuan untuk membantu upaya mereka memutus penyebaran Covid-19,” pungkasnya.