Pedagang Kue di Teluk Betung Kurangi Jumlah Dagangan
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Sejumlah pedagang dan pembuat kue di Pasar Gudang Lelang,Teluk Betung, Bandar Lampung, mengurangi jumlah barang dagangannya selama Ramadan, mengingat jumlah pembeli yang juga sangat berkurang akibat pandemi Covid-19.
Hasan, salah satu pedagang kue untuk berbuka puasa atau takjil, yang menyediakan lebih dari 300 kemasan, tahun hanya menyediakan kurang dari dua ratus. Jenis kue yang kerap dijual meliputi kolak pisang, kue putu mayang, rujak tahu, sejumlah minuman es buah, cendol dan lauk berupa ayam bakar, ikan pepes, kepiting goreng. Berbagai jenis kue, minuman dijual mulai dari harga Rp4.000 hingga Rp10.000.
Pengurangan jumlah dagangan, dilakukan memasuki hari ke lima Ramadan. Warga yang enggan berbelanja ke pasar untuk menghindari kerumunan, menjadi faktor sejumlah barang dagangan tidak habis terjual.

“Sebagian kue yang dominan diminati merupakan makanan yang memiliki rasa manis, dan lauk untuk hidangan berbuka bagi warga yang tidak sempat memasak atau ingin menyajikan varian menu berbeda setiap harinya bagi keluarga,” terang Hasan, saat ditemui Cendana News, Selasa (28/4/2020).
Pengurangan jumlah dan jenis kue yang dijual, menurutnya untuk meminimalisir kerugian. Sejumlah bahan baku untuk membuat kue mengalami kenaikan, mulai dari tepung terigu, gula pasir, pengembang, gula merah dan bahan kue lain. Kenaikan harga sejumlah bahan kue diakuinya mencapai Rp1.000 hingga Rp3.000 per kilogram.
Joni, pedagang otak-otak, mengaku agak lebih beruntung. Sebab ia membuat jenis kue atau makanan yang harus dibakar saat dipesan. Jenis otak-otak daging ikan dan campuran tepung sagu akan diolah dengan cara dikukus. Ia akan memanggang otak-otak saat dipesan dan menyimpannya di lemari pendingin sebelum dibakar.
Berbagai jenis kue lain yang dijual olehnya meliputi rujak tahu, gorengan dan minuman. Joni memilih menyediakan kue, makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi keluarga dan kerabat.
Namun, ia juga menyatakan jika tahun ini ia tingkat daya beli masyarakat menurun imbas pandemi Corona. Sebagian warga yang datang ke pasar gudang lelang, memilih membeli kebutuhan lain.
“Banyak warga memilih membeli ikan giling dan ikan segar untuk dimasak dibanding membeli makanan siap saji,” cetus Joni.
Meski dalam masa pandemi Covid-19, Joni menyebut sebagian pedagang takjil tetap beroperasi. Sejumlah aparat gabungan dari Polri dan TNI, memang kerap datang memberi imbauan agar pedagang mengenakan masker. Fasilitas tempat cuci tangan dengan sabun disiapkan di sejumlah lokasi untuk para pedagang.
Pembuat kue untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri, Stevani, juga mengaku pesanan menurun tahun ini. Normalnya, pada awal puasa ia telah mendapat pesanan pembuatan berbagai jenis kue kering. Kue yang kerap dipesan meliputi putri salju, kastangel, nastar, lapis legit dan roti bolu karamel. Namun, tahun ini ia hanya mendapat pesanan terbatas.
Sepekan Ramadan, normalnya ia bisa mendapat pesanan kue hingga 50 kilogram. Namun tahun ini, sepekan Ramadan ia baru mendapat pesanan sekitar 30 kilogram. Daya beli masyarakat yang berkurang membuat pesanan kue berkurang. Adanya imbauan tidak mudik berimbas warga memilih tidak memesan kue dalam jumlah banyak.