21 OTG Eks Penumpang Lambelu Masih Bertahan di Lokasi Karantina
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Dari sebanyak 179 bekas penumpang kapal Lambelu yang menjalani karantina terpusat di dua lokasi yakni aula rumah jabatan bupati Sikka dan gedung Sikka Convention Center (SCC) telah dikembalikan ke rumah masing-masing Jumat (24/4/2020).
Bekas penumpang kapal Lambelu dari 20 kecamatan ini harus menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing dan di lokasi karantina di desa dan kelurahan masing-masing.
“Masih ada 21 orang yang masih menjalani karantina terpusat. Mereka dipindahkan ke lokasi karantina mandiri yang baru di bekas kantor bupati Sikka,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Minggu (26/4/2020).
Petrus mengatakan, 21 orang yang masih menjalani karantina mandiri tersebut terdiri dari 8 orang dari kecamatan Doreng, Lela 6, Alok 3, Mapitara 2 serta Nelle dan Kewapante masing-masing 1 orang.
Satu orang dari kelurahan Madawat kata dia, sudah kembali ke rumah namun situasi rumahnya tidak memungkinkan untuk melaksanakan karantina mandiri sehingga dia meminta lurah mengantarnya kembali ke lokasi karantina terpusat.
“Satu orang di Kecamatan Kewapante tidak ada keluarga yang menampungnya dan di data kependudukan dirinya pun bukan berasal dari Kecamatan Kewapante sehingga diantar kembali ke lokasi karantina,” terangnya.

Kalau ada warga yang tidak disiplin saat karantina mandiri di rumah, tegas Petrus, maka mereka akan dijemput dan menjalani karantina terpusat di beberapa tempat di kota Maumere.
Untuk sementara kondisi 9 bekas penumpang Lambelu yang hasil rapid test-nya reaktif dan sementara menjalani isolasi di RS TC Hillers Maumere kondisinya baik-baik saja dan tidak ada gejala apa pun.
“Bekas penumpang Lambelu yang sedang menjalani karantina mandiri lanjutan akan dipantau ketat. Bila ditemukan gejala maka dijemput dan dilakukan perawatan di ruang isolasi,” terangnya.
Pengawasan relawan dan tenaga kesehatan diperketat kata Petrus, termasuk juga terhadap 5 orang yang menjalani isolasi sebelumnya di RS TC Hillers Maumere yang juga dikembalikan ke wilayahnya.
Kalau 5 orang ini paling aman sebutnya, sebab berdasarkan hasil pemeriksaan swab mereka sudah dinyatakan negatif namun mereka tetap menjalani karantina mandiri di rumah.
“Untuk 5 orang ini terima kasih banyak telah tertib dan menjalani isolasi dengan baik.Mudah-mudahan mereka menjadi nara sumber untuk mengedukasi sesama jangan sampai hanya orang kesehatan saja yang bicara tetapi yang menjalaninya juga,” ucapnya.
Sementara itu dr. Asep Purnama,dokter spesialis penyakit dalam yang menangani pasien yang terindikasi Covid-19 di RS TC Hillers Maumere meminta agar pelaku karantina benar-benar menjalani ketentuan yang diberikan.
Asep meminta agar bila situasi dan kondisi rumah tidak memungkinkan maka lebih baik menjalani karantina terpusat di lokasi yang disiapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka.
“Semua yang harus karantina mandiri harus memiliki sebuah kamar khusus termasuk peralatan makan dan mandi. Semua anggota keluarga juga harus selalu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,” pesannya.