Tak Banyak Warga dan ASN di Sikka Terlibat Aksi PSN
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Hingga hari ke tiga pelaksanaan aksi membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/3/2020), terlihat masih belum banyak warga yang terlibat, termasuk aparatur sipil negara setempat.
Beberapa saluran air, baik di kompleks pertokoan dan monumen Tsunami serta sepanjang jalan di kota Maumere, masih ditemukan sampah plastik dan air yang tergenang.
“Belum terlihat ada aksi bersih-bersih secara massal dan melibatkan banyak orang, dan dilakukan di seluruh wilayah kabupaten Sikka,” kata Dorothea Since, warga kota Maumere, Rabu (11/3/2020).
Menurut Dorothea, di wilayah perkotaan saja hanya terlihat beberapa warga yang terlibat membersihkan lingkungan sekitar rumah mereka, serta ada yang membersihkan saluran air.

Dia berharap, ada satu hari libur sekolah maupun kerja dan semua warga dikerahkan untuk melaksanakan aksi kebersihan secara serentak dan massal, termasuk di tempat-tempat umum.
“Coba lihat saja di sekitar saluran dan jalanan umum termasuk di pertokoan, masih belum terlihat bersih. Siapa yang bertanggungjawab atas kebersihan di tempat ini?” tanyanya.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, juga mengakui masih belum ada kesadaran masyarakat, termasuk juga para pegawai pemerintah dan swasta untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat kerja mereka.
Selama tiga hari pelaksanaan PSN, menurutnya kesadaran masyarakat masih minim dan belum terlihat secara masif melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan sekitar rumah mereka.
“Saya melihat masih belum masif dan massal aksi bersih-bersihnya. Perlu dilakukan evaluasi lagi apa yang menyebabkan kesadaran masyarakat masih kurang, sehingga jangan sampai sakit baru berobat,” ujarnya.
Menurut Petrus, jika masyarakat mau hidup sehat, harus membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya, karena lebih baik mencegah daripada mengobati, karena bila sakit, akan mengeluarkan banyak uang untuk berobat.
Sementara itu Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sikka, Marthen Luther Adji, mengatakan, Gubernur NTT sudah meminta agar dilakukan pendataan status saluran air di sepanjang jalan di kabupaten Sikka.
Dengan begitu, akan diketahui status darainase tersebut, apakah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten, sehingga bisa diperbaiki atau dikeruk.
“Kalau soal drainase itu bukan kewenangan kami, tetapi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Nanti akan didata, sehingga diketahui drainase tersebut menjadi tanggung jawab siapa,” ujarnya.