Sekolah dan Kantor Desa di Temon Hentikan Pelayanan Akibat Banjir
Editor: Makmun Hidayat
YOGYAKARTA — Hujan yang mengguyur DIY tanpa henti sejak Rabu kemarin mengakibatkan sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Kulon Progo sedikit terganggu. Beberapa sekolah dan kantor pelayanan desa diketahui tutup akibat tergenang air.
Salah satu daerah yang mengalami sejumlah genangan air itu adalah wilayah Kapanewon (Kecamatan) Temon. Dari sejumlah titik lokasi itu, diantaranya adalah SD Negeri Palihan Lor yang terletak di Desa Palihan, Temon, Kulon Progo.

Akibat genangan air setinggi 20-50 centimeter, pihak sekolah bahkan memilih memulangkan seluruh siswanya. Kepala Sekolah SD Negeri Palihan Lor, Nuri Mahayati menyebut ada sebanyak 118 siswa yang dipulangkan pada Kamis (5/3) hari ini.
“Kita memilih memulangkan siswa karena takut genangan air semakin meninggi. Selain itu juga karena pertimbangan kesehatan para siswa mengingat mereka sudah basah kuyup sejak pagi tadi,” ujarnya saat ditemui di lokasi Kamis (5/3/2020).
Nuri menyebut genangan air di sekolahnya sudah muncul sejak pagi hari pukul 06.00 WIB. Air nampak menggenangi halaman sekolah setinggi 20-50 cm. Selain karena guyuran hujan sejak kemarin, genangan juga muncul akibat luapan air dari sejumlah saluran parit maupun selokan di sekitar sekolah.
“Karena memang lokasi sekolah ini berada di tanah yang lebih rendah dari lingkungan sekitar. Sehingga begitu air dari parit sawah serta selokan meluap, air mengalir ke sini semua,” ujarnya.

Meski belum sampai menggenangi ruang kelas, pihak sekolah mengaku telah mengamankan sejumlah barang seperti dokumen maupun peralatan lainnya ke tempat yang aman. Ia pun hanya bisa berharap hujan segera reda sehingga membuat genangan air di sekolah bisa menyusut.
Sementara itu genangan air juga nampak terjadi di kawasan halaman komplek perkantoran Pemerintah Desa Palihan, Temon, tak jauh dari SD Negeri Palihan Lor. Akibat genangan ini pelayanan kantor desa ditutup sementara. Kantor desa pun nampak sepi tanpa ada kegiatan.
Begitu juga dengan pelayanan Samsat Desa yang berada di kompleks Balai Desa Palihan. Seorang petugas Gianto mengaku tak bisa membuka kantor Samsat Desa akibat tertutup genangan setinggi 50 cm. Ia pun lalu mengarahkan para wajib pajak melakukan perpanjangan STNK ke Samsat Desa lain.
“Kendaraan tak bisa masuk komplek balai desa karena genangan cukup dalam. Kedalaman kira-kita sampai 50 cm. Sehingga pelayanan ditutup sementara dan dialihkan ke tempat lain,” ungkapnya.