Jalan Provinsi Solok – Pessel Ditargetkan Tuntas di 2021

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PADANG — Jalan sepanjang 44 kilometer yang menghubungkan dua daerah Kabupaten Solok dan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ditargetkan tuntas tahun 2021 mendatang.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, pengerjaan yang dimulai sejak 2008 sejauh ini yang telah tuntas di aspal 21,8 km dan tersisa 22,2 km lagi.

Selama ini yang digunakan untuk mengerjakan jalan itu, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sumatera Barat.

Ia menjelaskan sampai sekarang jalan itu kini sudah selesai diaspal sekitar 21,8 Km. Dari arah Alahan Panjang sepanjang 7,8 km dan sebaliknya dari Pasar Baru sepanjang 14 km.

“Untuk menuntaskan jalan itu setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar lagi, dan tahun ini kita targetkan tuntas,” katanya, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, jika jalan yang menghubungkan dua daerah tersebut dapat diselesaikan, Nasrul Abit optimis akan memberikan dampat positif, terutama efisiensi waktu dalam membawa hasil daerah masing-masing.

“Pesisir Selatan bisa membawa hasil perikanannya ke Solok lebih cepat, begitu juga sebaliknya. Jika dihitung akan memangkas jarak sekitar 80 km, jika dibandingkan melewati Padang,” jelasnya.

Kabupaten Solok punya potensi sayur-sayuran, sedangkan Pesisir Selatan punya potensi perikanan. Dua daerah ini akan saling menyokong nantinya.

Dikatakannya, dengan selesainya itu nanti akan memangkas perjalanan sekitar 80 km. Karena selama ini jalan dari Solok menuju Pesisir Selatan memakan menempuh jarak sekitar 120 km. Sementara Pasar Baru-Alahan Panjang hanya 44 km.

Kedepan dia juga berharap bila sudah selesai, maka akan dicoba mengusulkan agar jalan ini menjadi jalan nasional. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memudahkan dalam pemeliharaan.

“Jadi dari 22,2 km panjang jalan itu, ada tersisa 10 kilometer lagi yang belum dibuka jalannya, dan 12,2 km lagi sudah dibuka, cuma belum dilakukan pengaspalan,” ucapnya.

Nasrul menjelaskan dari 10 kilometer jalan yang belum dibuka itu ada sekitar 2,8 km, karena terkendala kawasan hutan margasatwa.

Kini izin prinsip pinjam pakai jalan itu sudah diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sehingga kini tinggal menunggu menandatangi perjanjian kerjasama antara Pemprov Sumatera Barat dengan BKSDA.

“Saya akan laporkan pada Pak Gubernur, bagaimana caranya agar jalan ini tetap lanjut pembangunannya tahun 2021 dan selesai nantinya,” tegasnya.

Salah seorang warga di Alahan Panjang Solok, Armen menyambut baik adanya jalan yang menghubungkan ke dua daerah itu. Selama ini untuk memasarkan panen sayur di Alahan Panjang harus melalui Kota Padang.

“Jarak Alahan Panjang ke Padang itu 120 km. Kalau jalan ke Bayang Solok resmi digunakan membuat kami lebih cepat. Sehingga sayur lebih segar sampai ke daerah lainnya,” katanya.

Selain menguntungkan bagi petani di Alahan Panjang, masyarakat setempat juga mendapatkan ikan segar yang ditangkap langsung oleh nelayan di Pesisir Selatan. Selama ini, masyarakat Alahan Panjang lebih banyak konsumsi ikan air tawar, ketimbang ikan dari laut.

“Saya berharap hal ini segera terwujud, karena ada dampak ekonomi yang bagus kami lihat,” harapnya.

Lihat juga...