Pelaku UKM Butuh Pembiayaan Mudah dan Murah

JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, menyebutkan pelaku UKM membutuhkan pembiayaan yang tidak hanya murah, namun juga mudah didapatkan, mengingat pembiayaan dari pihak yang justru memberatkan masih marak terjadi.

“Kita juga lihat di masyarakat, rentenir masih hidup, di satu pasar masih ada lebih dari 50 rentenir. Saya diminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan kajian yang efektif, karena yang dibutuhkan oleh masyarakat bukan yang murah, tapi yang mudah,” kata Teten saat berkunjung ke Perum Lembaga Kantor Berita Antara di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Dalam beberapa hal, lanjutnya, pembiayaan mulai efektif melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) lewat program ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Untuk itu, mantan Kepala Kantor Staf Kepresidenan tersebut akan menggenjot pembiayaan bagi 30 juta pelaku IKM hingga 2024, sesuai arahan Presiden Jokowi.

Selain itu, Teten berupaya mengembangkan berbagai model pembiayaan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar pelaku UKM mendapatkan modal investasi lewat mekanisme lain, salah satunya pasar modal.

Untuk Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Teten akan konsisten mendukung program tersebut, dengan mengupayakannya agar pelaku UKM lebih mudah dalam mendapatkannya.

“Jadi KUR itu meskipun murah, tapi dalam pelaksanaannya harus pakai agunan untuk kredit mikro. Ini saya kira kalau pemerintah bisa menyediakan pembiayaan yang murah dan mudah, akan menjadi stimulus untuk sektor mikro mendapatkan modal kerja lebih baik,” kata Teten. (Ant)

Lihat juga...