Sate Madura Cak Usin Pilihan Berburu Kuliner Akhir Pekan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Akhir pekan menjadi kesempatan untuk berburu kuliner tradisional. Warung sate Madura Cak Usin menjadi pilihan berburu sate ayam, kambing dan sapi.

Husiah, pemilik warung sate menyebut sudah berjualan sekitar satu dasa warsa di kawasan Jalan Ki Maja, Kedaton, Bandar Lampung. Sebagai warga keturunan Madura nama Cak Usin cukup dikenal.

Husiah melayani pesanan sate ayam dan sop sapi yang dipesan oleh Chang Sui Ni (kanan) pada Sabtu malam (29/2/2020) – Foto: Henk Widi

Sebagai generasi Cak Usin yang membuka sate khas Madura, Husiah menyebut buka setiap hari. Buka sejak sore hingga malam ia menyebut menyediakan sekitar 2000 lebih tusuk sate. Permintaan paling dominan disebutnya jenis sate ayam sisanya sate kambing. Sop kambing dan sapi sebagai pelengkap menikmati sate juga disiapkan.

Ciri khas sate yang dibuat oleh warung sate Cak Usin menurut Husiah memiliki tektsur lembut. Bumbu yang disediakan sesuai selera pelanggan meliputi sambal kacang dan sambal kecap. Konsumen menurutnya kerap memilih menikmati sate Madura meski hanya di warung tenda. Sate yang telah dibakar dengan bara arang kayu menjadukan sate lebih nikmat.

“Pelanggan kerap membeli sate ayam, kambing lengkap dengan sop sapi, kambing untuk makan malam bersama keluarga untuk disantap pada warung yang kami miliki dan sebagian dibawa pulang,” terang Husiah saat ditemui Cendana News, Sabtu malam (29/2/2020).

Husiah menyebut lokasi strategis di pusat kota membuat warung miliknya selalu ramai. Saat akhir pekan ia bahkan menyebut menyiapkan sate lebih dari 2500 tusuk dalam satu malam.

Dijual dengan harga Rp25.000 per porsi untuk satu porsi berisi sepuluh tusuk sate ayam. Sate kambing seharga Rp30.000 per porsi ia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp6 juta lebih.

Wahyu, karyawan yang membakar sate menurutnya menggunakan arang kayu dan batok kelapa. Sebab sekali membakar sate sebanyak ratusan bisa dibakar sekaligus.

Wahyu, salah satu karyawan warung sate Madura Cak Usin di Jalan Ki Maja, Kedaton Bandar Lampung membakar sate ayam dan kambing pesanan pelanggan, Sabtu malam (29/2/2020) – Foto: Henk Widi

Penggunaan kipas dari bambu anyaman yang digerakkan manual membuat pembakaran lebih merata. Pesanan pelanggan yang akan makan di warung menurutnya kerap harus dilayani dengan cepat.

“Kepiawaian membakar sate agar cepat matang merata menjadikan pelanggan memiliki minat untuk datang kembali,” terang Wahyu.

Sate khas Madura menurutnya memiliki sejumlah bumbu rahasia. Sejumlah racikan bumbu rahasia dibuat oleh Husiah sehingga terjaga cita rasa yang lezat. Bumbu sate tersebut menjadikan rasa khas sate Madura disukai pelanggan.

Penyajian yang cepat sehingga pelanggan tidak menunggu lama menjadi kunci sate Madura Cak Usin selalu ramai dijadikan pilihan berburu kuliner malam hari.

Chang Sui Ni, salah satu pelanggan tetap di warung sate Madura cak Usin mengaku menyukai sate ayam. Sate ayam saat penghujan dengan bumbu rempah pada sop daging sapi menjadi pilihan menghangatkan badan. Sop dengan sate yang dipadukan dengan kerupuk kulit sapi menjadi penggoyang lidah bagi penyuka kuliner malam.

“Suhu udara dingin saat musim penghujan sate ayam, kambing dan sop sapi jadi pilihan menjaga stamina badan,” papar Chang Sui Ni.

Bersama keluarga ia kerap memesan lebih dari puluhan tusuk sate ayam. Dilengkapi dengan minuman jeruk panas, ia mengaku tidak khawatir memakan kuliner berlemak.

Sebab air jeruk panas bisa meluruhkan lemak yang menjadi biang kolesterol. Berburu kuliner sate Madura menurutnya kerap dilakukan saat akhir pekan. Sebab selain bisa menikmati kuliner ia bisa berkeliling menikmati suasana kota Bandar Lampung.

Lihat juga...