Lurah Pengasinan Tertibkan Kandang Ternak di Pemukiman
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Lurah Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Juhasan, melakukan penertiban kandang hewan ternak bebek di tengah pemukiman warga di wilayah RT/RW 02/28.
Hal tersebut bentuk tanggapan dari keluhan dan laporan warganya yang mengeluhkan dampak bau yang mengganggu lingkungan warga.
Pihak kelurahan langsung meninjau lokasi dan memberikan waktu pemilik usaha peternakan di tengah pemukiman warga tersebut untuk dipindahkan ke lokasi baru yang jauh dari pemukiman.
“Saya sudah beri formula untuk membantu memindahkan dan mencarikan tempat. Karena ini adalah permintaan dan pengaduan warga,” papar Juhasan ditemui di lokasi RW 28, Kelurahan Pengasinan, Kamis (6/2/2020).
Dikatakan upaya mediasi menemui warga yang membesarkan ternak bebek di tengah pemukiman tersebut langsung disaksikan RT/RW setempat. Namun demikian kelurahan memberi solusi di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk karena bebeknya mencapai ratusan ekor.
“Tadi saat mediasi dengan pemilik ternak, saya sudah sampaikan. Lokasi kandang bebek tersebut harus dikosongkan. Tindakan ini berdasarkan laporan warga dan RT/RW,” tegas Juhasan yang baru dilantik sebagai lurah Minggu lalu.
Diakuinya sudah dua kandang ayam dan bebek yang dimedias. Dia juga menanggapi adanya lokasi pemotongan ayam di sekitar kelurahan tersebut dengan mengatakan sudah meminta pengusaha untuk membuat tembok lebih tinggi mencapai 4 meter.
“Nanti ada petugas kelurahan memantau terkait kebersihan lingkungan. Kami juga sudah minta harus menbersihkan sisa kotoran,” jelasnya, mengaku memang sangat mengganggu baunya setelah berada di lokasi.
Sementara Ketua RW 16, Sulardi, mengaku, penutupan kandang bebek milik salah satu warga di tengah pemukiman tersebut sudah melalui musyawarah mufakat warga. Menurutnya, sebenarnya sudah lama dikeluhkan tapi saat ini warga sangat merasakan bau.
“Sekarang tengah musim hujan yang hampir setiap hari di Kota Bekasi. Bau limbah ternak bebek tersebut sangat mengganggu lingkungan warga. Sering dikeluhkan tapi baru ini mendapat tanggapan serius Lurah baru Juhasan,” tegasnya.
Warga bernama Rasimin mengaku senang dengan penutupan kandang bebek di tengah pemukiman warga yang telah lama dikeluhkan tersebut. Menurutnya warga lingkungan RW28 musim hujan begini sangat merasakan bau dari limbah ternak bebek tersebut.
“Saat memberi makan juga bau, dan sangat luar biasa. Terkadang saat ada tamu timbul perasaan nggak enak karena mereka biasanya nggak betah berlama-lama. Alhamdulillah kalau ada solusi, karena sangat mengganggu,” paparnya.