DCML Madura Terus Genjot Produksi Gagang Sapu
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
CILACAP — Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap terus berupaya untuk meningkatkan produksi gagang sapu. Dalam beberapa minggu terakhir, pabrik yang memiliki satu mesin dengan dua pekerja tersebut sudah mampu menghasilkan 5.000 batang sapu.

Dari hasil produksi beberapa minggu terakhir, sebagian yaitu sebanyak 3.000 batang sudah dijual ke Ciamis dan nilai total penjualan Rp2 juta lebih. Ditargetkan bulan depan, setelah ada penambahan mesin, produksi gagang sapu bisa meningkat 2.500 batang per hari.
“Untuk minggu pertama hingga ke tiga ini produksi gagang sapu belum maksimal, karena kita masih terkendala dengan mesin yang baru ada satu. Pekerja juga masih penyesuaian, sehingga hasil produksinya baru sekitar 5.000 batang sapu,” kata Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, Kamis (20/2/2020).
Gagang sapu yang diproduksi ada tiga jenis, yaitu dengan ukuran panjang gagang sapu 70 centimeter, 80 centimeter dan 90 centimeter, dengan diameter 2,1 centimeter dan 1,9 centimeter. Untuk ukuran 90 centimeter, lanjut Heri, dijual dengah harga Rp 950, ukuran 80 centimeter dijual Rp 800 dan ukuran 70 centimeter dijual dengan harga Rp 600 per batang.
“Total hasil penjualan dari 3.000 batang gagang sapu Rp2 juta lebih dan kita masih mempunyai stok 2.000-an gagang sapu. Dalam minggu ini dan minggu depan, produksi akan kita genjot,” terangnya.
Menurutnya, permintaan gagang sapu sebenarnya sangat banyak, hanya saja pabrik yang baru dirintis selama kurang lebih tiga minggu ini, belum bisa memenuhi banyak permintaan dari pedagang. Mengingat mesin yang dimiliki baru satu dan tenaga pekerjanya hanya dua orang.
Permintaan gagang sapu ini banyak berdatangan dari wilayah Bandung, Ciamis, Madiun hingga pasar lokal di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.
“Secara bertahap kita akan tingkatkan produksinya, minggu ini untuk usulan penambahan mesin baru masih dirapatkan dan jika disetujui, maka bulan depan kita sudah memiliki dua mesin,” kata Heri.
Lokasi pabrik sapu binaan Yayasan Damandiri ini terletak di Dusun Purwosari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Bangunan seluas kurang-lebih 500 meter persegi tersebut, disewa dari perorangan. Modal awal usaha yang dirintis KUD Mandiri Lestari Sejahtera sebesar Rp35 juta yang dipergunakan untuk menyewa gedung serta membeli bahan baku dan membayar pekerja.
Pekerja pembuat gagang sapu, Andi mengakui pembuatan gagang sapu belum bisa maksimal karena terkendala mesin. Andi yang bekerja sejak pagi hingga sore hari ini menyatakan, dalam satu hari produksi gagang sapu masih pada angka ratusan dan belum bisa hingga 1.000 per hari sesuai yang ditargetkan pada awal pendirian pabrik ini.
“Kita juga masih belajar, sehingga butuh waktu untuk bisa produksi maksimal,” tuturnya.