Bongkar Ladang Ganja Lima Hektare, Aparat Jatuh ke Jurang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Salah satu anggota polisi dari tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat terperosok ke jurang usai melakukan pengungkapan ke ladang ganja di Pegunungan Simpang Pahu, Desa Banjar Lancat, Penyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumatera Utara, belum lama ini.

Anggota Unit 2 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, Briptu Ilham Maulana, menceritakan perjalanan saat itu harus menyusuri bukit dan hutan yang rimbun pepohonan yang menjadi tantangan polisi selanjutnya. Belum lagi jalan perbukitan yang di sekitarnya terdapat jurang membuat rombongan lebih hati-hati dalam berjalan.

“Emang medannya yang terjal,” kata Ilham kepada Cendana News di ruang Satuan Reserse Narkoba di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Kamis (23/1/2020).

Dia mengaku saat itu fisiknya sudah mulai lelah, lantaran waktu tempuh dari hutan ke lokasi ladang ganja yang berada di atas bukit sangat jauh. Ditambah medannya yang terjal membuat petugas harus berhati-hati.

“Emang kondisi fisik sudah lelah juga, karena 6 jam di dalam hutan. Namanya tugas ya udah risiko dan segera dituntaskan,” ujarnya.

Setapak demi setapak, Ilham bersama timnya menaiki jalan menanjak hingga tiba di jalanan sungai bercampur bebatuan.

“Ketika ketemu sungai, kita sudah mulai berhati-hati jalannya karena batu-batunya licin. Kita tetap semangat berjalan,” tegas dia.

Namun, di pertengahan jalan Ilham terpeleset dan jatuh ke sungai. Beruntung kata dia dirinya tidak mendapatkan luka sedikit pun, hanya seluruh pakaian yang dikenakannya basah.

“Karena sungainya di dalam hutan itu deras banget ya. Mungkin kebawa arus,” ucap dia.

Ilham melanjutkan perjalanan agar tiba di ladang ganja. Sekitar pukul 14.00 WIB Ilham tiba di pos terakhir peristirahat untuk makan siang bersama puluhan anggota lainnya.

Setelah istirahat, Ilham kembali melanjutkan perjalanan dan baru tiba di Ladang Ganja sekitar pukul 15.00 WIB. Di sana anggota melakukan pemusnahan dengan cara dibakar agar tidak bisa dipanen oleh pemilik ladang.

“Setelah itu kami bawa 30 kilogram ganja yang siap panen untuk dijadikan barang bukti,” ungkapnya.

Kemudian dalam perjalanan turun pegunungan, kata Ilham, dia merupakan rombongan terakhir berjumlah 5 orang, tiga diantaranya anggota Polres Metro Jakarta Barat dan dua anggota Polres Mandailing Natal. Saat merasakan lelah, seluruh anggota beristirahat sejenak sembari menikmati perjalanan.

“Karena ada anggota yang kram juga kakinya. Jadi kita banyak istirahatnya,” ungkap dia.

Sekitar 5 kilometer dari pos awal pendakian, Ilham tak sadar kalau tanah yang diinjaknya rapuh. Alhasil tanah yang diinjaknya amblas membuat dia masuk ke dalam jurang.

Dia sudah berusaha memegang ranting pohon yang menjalar di dalam hutan tersebut. Tapi ternyata ranting itu tidak kuat hingga akhirnya dia pasrah jatuh ke dalam jurang.

“Ranting saya pegang enggak kuat ternyata, posisi saya jatuh kepala di bawah kaki di atas. Setelah itu saya pingsan sekitar 5 detik. Bangun-bangun posisi saya sudah kebalik lagi kepala di atas kaki di bawah, saya mendengar suara dari anggota lain di atas saya. Saya bilang masih sadar,” kata dia.

Menurut Ilham, anggota Mandailing Natal sempat turun ke bawah untuk membantu evakuasi dirinya dari dalam jurang. Para anggota saling bahu membahu guna menyelamatkan Ilham yang ada di bawah jurang.

“Terus saya naik ke atas baru kita jalan lagi sampai di pos terakhir saya mulai ngerasain tangan udah gak bisa digerakin, kaki udah lebam-lebam karena kena tebing di sekitar itu,” jelasnya.

Hampir setengah jam, Ilham akhirnya bisa keluar dari dalam jurang. Dia sangat bersyukur masih dikasih kesempatan untuk hidup oleh sang maha kuasa dalam menjalankan tugas sebagai anggota polisi.

“Itu kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB dengan kondisi hujan juga. Mungkin karena hujan jadi tanah amblas. Setelah di atas bukit lagi tangan saya berdarah kemudian dibersihkan sama Dokkes karena tangan saya banyak tanah,” tegas dia.

Setibanya di pos keberangkatan, dia diurut sementara oleh warga sekitar karena tangannya sudah mulai berasa sakit tidak bisa digerakkan. Tangannya pun usai diurut sedikit membaik meski rasa sakit itu tapi masih terasa.

“Akhirnya sama pimpinan saya diminta pulang naik pesawat supaya bisa ke klinik dan diurut ke Baros, Serang. Sekarang sudah agak mendingan,” ujar dia.

Ilham menuturkan tak pernah terbayang bakal jatuh ke jurang usai melakukan pengungkapan ladang Ganja seluas lima hektare itu. Menurut Ilham setiap pekerjaan pasti ada risikonya yang ditanggung. Dari kejadian itu, dia hanya bisa mengambil hikmahnya saja.

“Kita ambil hikmah saja, namanya tugas kan pasti ada risikonya. Yang penting kita itu siap melayani dan mengamankan tanggungjawab kita dalam mengayomi masyarakat,” tuturnya.

Dia mengaku selama dia bertugas, pengungkapan ganja di Sumatera Utara paling berkesan yang hampir mengancam jiwanya.

“Kalau saya sama saja, tapi ini yang paling berkesan selama saya bertugas,” tuturnya.

Lihat juga...