Berkunjung ke Bekasi, Wali Kota Bengkulu Sampaikan Program Peduli Siswa

BEKASI — Pemerintah Kota Bengkulu, sudah menerapkan program gerakan menabung khusus kepada pelajar sekolah dasar (SD) dan SMP di wilayahnya. Program tersebut dinamakan Gerakan Peduli Siswa (GPS) bantuan dari siswa untuk siswa.

“Setiap Jumat, kita menggerakkan  anak SD dan SMP menabung untuk membantu temannya yang susah,” ungkap Helmi Hasan Wali Kota Bengkulu, ketika berkunjung ke Pemkot Bekasi dalam rangka pendatanganan kerja sama antar daerah terkait pendayagunaan potensi daerah, Kamis (23/1/2020).

Dikatakan melalui program GPS ketika upacara setiap hari Senin, ada siswa yang tidak memiliki sepeda maka akan dibelikan sepeda oleh kawannya. Hal tersebut  bentuk penanaman rasa sayang dini sejak usia sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan bahwa Kota Bengkulu telah menjalankan program di rumah sakit. Pasien tidak mampu akan diberikan pelayanan tambahan seperti creambath, pedicure, massage secara gratis.

“Program tersebut bertujuan untuk, memberikan rasa bahagia apa yang dirasakan oleh orang lain dan ada makan gratis setiap hari Jumat bagi warga kurang mampu ” tukasnya.

Begitu pun bagi program pernikahan, wali kota Bengkulu mempersilakan Sabtu – Minggu untuk menggunakan kendaraan dinas bagi warga yang ingin melamar atau keperluan hantaran dan lainnya khusus bagi raja dan ratu sehari.

Kunjungan Wali Kota Bengkulu tersebut disambut langsung oleh Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi. Kedua wali Kota langsung menandatangani kerja sama antar daerah terkait pendayagunaan potensi daerah guna meningkatkan kehidupan masyarakat yang religius di ruang rapat Wali Kota Bekasi.

“Alhamdulillah baru saja ditandatangani nota kesepahaman, mudah-mudahan interaksi dua  daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintah bisa berlangsung dengan baik,” papar Rahmat Effendi.

Rahmat Effendi, mengaku tertarik dengan program Pemerintah Kota  Bengkulu  terutama kebijakan mengasuh beberapa anak yatim melalui pemberian Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP).

“Perlu kita tiru seperti mengasuh beberapa anak yatim melalui pemberian TPP oleh kepala daerah dan lainnya ” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut kedua kepala daerah saling memaparkan program di masing-masing daerah mulai dari luas wilayah hingga program unggulannya.

“Saat ini pemerintah bukan saling berkompetisi melainkan untuk saling berkolaborasi , ketika ada suatu kebaikan, kita tidak sungkan atau malu untuk segera menduplikasinya karena namanya kebaikan sifatnya universal” ujar Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan

Helmi Hasan mengaku terkesan dengan adanya kewajiban seluruh aparatur di wilayah Kota Bekasi menggunakan pakaian adat di lingkungan kantor pemerintahan.

” Saya melihat di Kota Bekasi setiap perbedaan diberikan ruang, inilah yang ingin ditampilkan seperti hari ini, salah satunya kita ingin mencontoh penggunaan pakaian adat di lingkungan kantor karena beragamnya kebudayaan yang ada di Indonesia” ujar Helmi Hasan.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kebijakan pengangkatan anak yatim oleh pejabat pemerintah, melalui program peduli siswa, pelayanan tambahan rumah sakit untuk warga kurang mampu, dan penggunaan kendaraan dinas untuk warga yang melamar, semua program tersebut dijalankan tanpa menggunakan APBD.

” Karena wali kota dan wakil wali kota mempunyai TPP maka kita sisihkan uang untuk mengangkat anak yatim dan diikuti dengan pejabat pemerintah lainnya , dengan tujuan untuk menghadirkan pemerintah di tengah-tengah masyarakat,”ucapnya.

Lihat juga...