Padang Manfaatkan Keindahan Pariwisata di Pesisir Samudera Hindia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Daerah sepanjang pesisir Samudera Hindia disebut memiliki potensi pariwisata yang besar. Daerah Kota Padang, Sumatera Barat, yang memiliki wilayah pesisir Samudera Hindia pun telah membuktikan, kalau anggapan tersebut adalah benar.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, saat ini di sejumlah titik pesisir Samudera Hindia yang masuk wilayah Kota Padang, yang telah dikelola menjadi tempat wisata, yakni Pantai Muaro Lasak, Pantai Purus Padang, Pantai Air Manis, Pantai Caroline, dan Pantai Nirwana.

Lokasi tersebut kini menjadi tempat populer kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Padang.

Wali Kota Padang, Mahyeldi, di acara The 5th Seminar on Tourisme Based Disaster Risk Reduction (DRR) Linking the Sustainable Development Goals (SDGs) Sendai Framework 2030, di Padang, Kamis (31/10/2019)/Foto: Istimewa

“Kita memang memanfaatkan betul potensi wisata yang ada. Dari sekian tempat wisata itu, ada yang dikelola pemerintah dan ada juga yang dikelola pihak swasta. Jadi, pesisir Samudera Hindia ini benar-benar indah, dan layak untuk dikelola menjadi lokasi wisata,” katanya, di kegiatan The 5th Seminar on Tourisme Based Disaster Risk Reduction (DRR) Linking the Sustainable Development Goals (SDGs) Sendai Framework 2030, di Padang, Kamis (31/10/2019).

Ia menyebutkan dengan adanya kesamaan karakteristik geografis daerah–daerah di pesisir Samudera Hindia, mendorong Pemerintah Kota Padang untuk saling bekerjasama khususnya dalam pengelolaan pariwisata berbasis pengurangan risiko bencana.

Hal ini mengingat, karena berada di kawasan pantai, persoalan ancaman bencana bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Untuk itu, semenjak terbentuknya wadah Indonesian Indian Ocean Local Government Forum (IIOLGF) sejak 2015 lalu, dapat ditindaklanjuti dengan memperkuat kemitraan antar anggotanya dengan institusi terkait.

Di antaranya melalui seminar untuk bertukar informasi dan berbagi pengalaman terkait tindakan mitigasi yang dilakukan terhadap bencana.

“Melalui seminar ini kita saling berbagi pengalaman untuk saling menguatkan menghadapi ancaman bencana, terutama di kawasan pantai dan pulau yang dikembangkan sebagai objek wisata,” kata Mahyeldi.

Ia juga menyatakan bahwa wisata pantai yang ada di Kota Padang sejauh ini terbilang baik-baik saja. Bisa diperkirakan ada jutaan pengunjung yang datang ke sejumlah lokasi wisata pantai di Padang, terutama di momen libur ujung pekan, dan libur hari-hari besar.

Hal ini juga membuktikan bahwa pesisir Samudera Hindia memiliki pesona yang nyaman untuk dipandang, terutama di kala sore hari.

“Tapi kami dari Pemko Padang terus mengingatkan kepada masyarakat ataupun pengunjung tidak mendekati titik tertentu untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan, mengingat ada beberapa titik yang tidak layak untuk dijadikan kawasan berenang di tepi pantai,” tegasnya.

Mahyeldi mengaku tidak dapat dipungkiri di kawasan wisata Pantai Padang ada yang tenggelam hingga merenggut nyawa, hal itu dikarenakan tidak mengindahkan imbauan yang terpasang di papan pengumuman yang dipajang di kawasan bibir pantai.

“Menikmati pantai itu beragam, tidak harus mandi-mandi juga. Bisa duduk sambil menikmati kuliner khas Padang seperti kerupuk kuah, kelapa muda, dan sambil berswafoto,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Perbaikan Darurat BNPB, Medi Herlianto, mengatakan, salah satu yang efektif untuk pengurangan bencana adalah menjaga vegetasi di sekitar pantai. Hal itu sudah dibuktikan dari berbagai kejadian tsunami di Indonesia, bangunan yang terlindung hutan tidak mengalami kerusakan berarti.

“Perbanyaklah vegetasi, mulai menanam dari sekarang, walaupun empat atau lima tahun mendatang baru tumbuh besar, namun upaya itu harus kita lakukan sekarang,” sarannya.

Medi Herlianto juga minta agar pemerintah daerah berupaya untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pengunjung daerah wisata terkait kesiapsiagaan bencana.

“Pemerintah daerah hendaknya terus memberikan pemahaman bagi wisatawan dan masyarakat agar mengetahui langkah-langkah evakuasi dan mitigasi bila terjadi bencana, khususnya tsunami,” jelas Medi.

Lihat juga...