UMM Targetkan Juara di Ajang KMHE 2019

Editor: Koko Triarko

MALANG – Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 kembali digelar di Malang. Puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah turut meramaikan ajang bergengsi yang digagas Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi  dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia tersebut, termasuk Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Menurunkan tiga mobil hemat energi andalannya, UMM menargetkan menjadi juara di ajang tersebut. Pembina Tim, Mohammad Jufri, menjelaskan, tahun ini UMM melalui LSO Mekatronic megirimkan tiga mobil hemat energi untuk berlaga di masing-masing kategori.

Pada kategori Urban listrik, diwakili oleh Mekatronic Team 1 dengan Mobil Genetro U.E.V (Urban Electric Vehicle) 06, di kategori Prototipe Listrik diwakilkan oleh Mekatronic Team 2 dengan mobil prototipe Barqun Speed E.V (Electric Vehicle) 04, dan di kategori Urban Gasoline diwakilkan oleh Srikandi Team dengan mobil Hrusangkali.

Driver mobil Hrusangkali, Novita, di halaman depan rektorat, Senin (23/9/2019). –Foto: Agus Nurchaliq

“Kami selalu melakukan evaluasi terus-menerus untuk meningkatkan kualitas, terutama pada komponen-komponen yang diperlukan. Misalnya, performa komponennya sudah mulai menurun, biasanya kita langsung ganti dengan komponen yang baru,” ujarnya, saat menghadiri launching mobil hemat energi di halaman depan rektorat, Senin (23/9/2019).

Menurutnya, dengan terus melakukan evaluasi dari kekuarangan pada kompetisi sebelumnya, diharapkan bisa menghasilkan hasil yang maksimal di ajang selanjutnya.

Mobil hemat yang diterjunkan memiliki spesifikasinya masing-masing. Driver mobil Hrusangkali, Novita, mengatakan, mobil Hrusangkali Srikandi Team memiliki spesifikasi bodi mobil terbuat dari Fiber Glass, Sasis dari Alumunium dan disuplai bahan bakar Pertamax 92, dengan mesin ICE.

“Kita lakukan evaluasi dari kekurangan yang dulu. Kemudian melakukan perbaikan mesin dan perubahan bodi mobil. Hampir setiap hari kita men-setting mesin dan melakukan latihan untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” akunya.

Sedangkan pada mobil prototipe Barqun Speed E.V (Electric Vehicle) 04, memiliki spesifikasi berat 50 kg dengan mesin electric motor 250 watt. Bodi mobil terbuat dari carbon fiber, sasis alumunium. Selanjutnya mobil Genetro U.E.V (Urban Electric Vehicle) 06 memiliki spesifikasi berat 80 kg, di mana bodi mobil terbuat dari Carbon Fiber, sasis dari Alumunium dan ditenagai oleh mesin BLDC motor 500 watt.

Lebih lanjut, asisten rektor bidang kemahasiswaan, Joko Widodo, berharap, agar semua tim yang turun di ajang KMHE bisa memberikan yang terbaik dengan meraih juara.

“Tentunya kami berharap yang terbaik dan menargetkan juara di ajang KMHE. Namun kami berharap target menang tersebut jangan justru menjadi beban, tapi harus dinikmati dengan usaha yang maksimal,” ucapnya.

Disampaikan Joko, kebiasaan berkreasi untuk menghasilkan  inovasi-inovasi yang bermanfaat, ternyata sudah berjalan dengan baik di UMM, termasuk dalam melakukan regenerasi dalam menghasilkan juara. Tim-tim yang menjadi juara sebelumnya selalu melahirkan tim-tim yang menjadi juara berikutnya.

“Iklim bersaing dan berkompetisi selalu kita hidupkan melalui berbagai kegiatan. Agar semangat bersaing terus tarjaga dan didukung dengan fasilitas yang memadai,” sebutnya.

Lihat juga...