Tren Batik Bekasi Terus Berkembang
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Potensi kerajinan batik di Bekasi, Jawa Barat, masih menjanjikan. Berbagai macam pakem terus dikembangkan agar menghasilkan motif yang menjadi daya tarik masyarakat sekaligus mengenalkan tren baru corak batik Bekasi.
“Pakem batik Bekasi terus berkembang dari awalnya hanya 12 pakem sekarang sudah ratusan jumlah kreasi dari hasil modifikasi perajin dengan mengembangkan pakem yang ada,” ungkap Barito, Ketua Komunitas Batik Bekasi (Kombas), Selasa (24/9/2019).

Dikatakannya, saat ini batik Bekasi seperti motif bambu jumlahnya terus berkembang menjadi berbagai rupa kreasi. Motif bambu dan rumah adat saat ini lagi tren di Bekasi.
“Sekarang lagi tren motif bambu dipadu dengan rumah adat. Terlihat sederhana tapi terkesan elegan, pesanan dari instansi tertentu atau acara pernikahan terus berdatangan,” tutur Barito.
Dia bertekad pada 2020, batik Bekasi, dipakai masyarakat tidak hanya di Kota Patriot tetapi sampai seluruh warga Jawa Barat. Bentuk dari tanggungjawab Kombas atas pengembangan motif seni terapan.
“Seni motif batik itu adalah seni terapan. Yang menilai pasar, bukan pribadi pembuat sendiri. Karena pelaku motif menilai bagus belum tentu diterima pasar. Oleh karenanya Kombas terus melakukan kreasi atas pakem yang ada,” tandas Barito.
Kombas adalah wadah yang menaungi para pengusaha dan perajin batik di Kota Bekasi. Terus mempromosikan batik Bekasi melalui lomba di Instagram (IG) Kombas, lomba selfie dengan menggunakan batik Bekasi, dan ada hadiah yang menarik.
“Upaya mengembangkan batik Bekasi terus dilakukan dengan mengambil tempat di De Bhagasasi melalui workshop gratis di setiap hari Jumat mulai bulan Oktober nanti,” terangnya.
Kombas sendiri diketahui memiliki 20 perajin baru yang telah mengikuti uji kompetensi dan mengantongi sertifikat dari kementerian. Bahkan dari binaan Kombas sendirin ada enam yang sudah mandiri.
“Dari data yang saya inventarisir sudah mencapai seratus lebih, misalnya motif bambu. Ini kita kembangkan, ada yang bentuk abstrak, ada yang bambu realisme, ada yang bentuk bambunya presisi. Banyak sekali pengembangannya,” bebernya.
Barito berharap batik Bekasi akan lebih dikenal, khususnya oleh warga masyarakat kota Bekasi dan sekitarnya. Saat ini diakuinya banyak pesanan motif yang datang dari masyarakat.
Begitu pun pemerintah daerah cukup mendukung dalam promosi batik Bekasi. Dia mencontohkan, setiap kunjungan dari kelurahan di lokasi wisata diarahkan ke De Bhagasasi. Baik untuk menikmati sajian kuliner sekaligus melihat produk batik Bekasi di sentral UKM Kota Bekasi De Bhagasasi.