Pokdarwis Gencar Antisipasi Kebakaran Kawasan Pantai di Lamsel
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau menyebutkan, kebakaran kawasan pesisir pantai di pulau Mengkudu pada Senin (16/9) imbas kelalaian pengunjung dan kurangnya pengawasan. Hal tersebut menjadi perhatian bagi pengelola objek wisata.
Rahmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau pengelola pantai Belebuk menyebutkan, pengawasan terus digencarkan agar pembakaran di sekitar pantai dan pulau tidak merembet kemana-mana.
“Anggota Pokdarwis selalu mengingatkan agar wisatawan yang membakar ikan atau memasak di pantai tidak meninggalkan bara api, kami sediakan ember khusus pemadaman api dan saat ditinggalkan harus dalam kondisi padam,” ungkap Rahmat saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (25/9/2019).
Rahmat melanjutkan pencegahan kebakaran di kawasan pantai sangat penting. Sebab selain berbagai tanaman vegetasi pantai seperti mangrove, ketapang, cemara, waru laut, lokasi pantai juga dekat dengan lahan pertanian milik warga.
Antisipasi kebakaran kawasan pesisir pantai juga dilakukan dengan menambah papan imbauan. Selainlarangan membuang sampah sembarangan, wisatawan juga diberi lokasi khusus untuk membakar ikan atau daging saat tradisi bancakan.
Selain di pantai Belebuk, pencegahan kebakaran pantai juga dilakukan Pokdarwis Minang Rua Bahari. Yunus, anggota Pokdarwis menyebut potensi kebakaran bisa merembet ke perkampungan warga. Sebab pada kawasan tersebut terdapat tanaman sengon dan berbagai jenis pohon rentan terbakar.
Pada kawasan pantai Minang Rua sebagian wisatawan kerap menginap dengan mendirikan tenda (camping). Kepada wisatawan, pengelola selalu mengimbau menyiapkan air agar api bisa dipadamkan. Sebab dengan kondisi angin dan cuaca kemarau kebakaran di kawasan pantai berpotensi merembet.
“Kami rutin mengumpulkan sampah daun, ranting dan dibakar tapi selalu ditunggu setelah bersih bara api disiram air dan bekas pembakaran ditimbun dengan pasir,” tutur Yunus.

Yunus yang mengelola salah satu kebun sengon pada lahan di wilayah tersebut mengaku potensi kebakaran saat kemarau juga bisa diakibatkan pemancing. Kawasan Minang Rua yang kerap dijadikan lokasi memancing kerap dipakai untuk mengolah ikan dengan cara dibakar atau dimasak. Penggunaan ranting dan kayu tanpa dipadamkan bisa berimbas pada kebakaran kawasan pesisir.
Yodistira Nugraha, ketua komunitas Peduli Wisata (Pelita) Lampung menyebut potensi kebakaran di pantai sangat tinggi. Bagi wisatawan yang akan melakukan kegiatan membakar ikan, membuat api unggun, ia mengimbau agar berkoordinasi dengan pengelola.
“Pengelola bisa menyediakan ember untuk penyiram air pada bara api yang selesai digunakan,” tambahnya.