Krisis Air Bersih, PDAM Balikpapan Kerahkan 20 Mobil Tangki
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BALIKPAPAN – Krisis air bersih akibat kemarau di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, semakin meluas. Meski hujan sempat turun pagi tadi, level air baku di Waduk Manggar tak bertambah.
Berdasarkan keterangan Direktur Utama PDAM Tirta Manggar Balikpapan, Haidir Effendi, ketinggian air menyentuh angka terendah 9,03 meter pada Rabu (25/9/2019).
“Hujan yang turun hari ini belum berpengaruh (pada tampungan air) meski terjadi cukup merata,” katanya.

Kondisi ini memicu keprihatinan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, yang melakukan pertemuan mendadak dengan para direksi perusahaan pengolah air bersih itu.
“Saya minta kepada PDAM untuk memperhatikan pasokan air di wilayah barat dan selatan. Karena saya mendapat banyak keluhan, daerah itu mengalami kesulitan (mendapat pasokan air),” ujar Rizal Effendi.
Berdasarkan data PDAM Balikpapan, pekan lalu level Waduk Manggar ada di angka 9,6 meter. Tapi pagi tadi melorot hingga 9,03 meter.
Atas perkembangan itu, PDAM akan mengoperasikan 20 kendaraan tangki air guna menyuplai kebutuhan warga. Khususnya warga di Kecamatan Balikpapan Barat dan Kecamatan Balikpapan Selatan.
Tangki air itu terdiri dari 8 unit milik PDAM, dan sisanya bantuan dari Dinas Perumahan dan Permukiman serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Kendaraan itu akan dioperasikan secara khusus melayani masyarakat di daerah paling membutuhkan air bersih, yakni di Balikpapan Barat.
“Ada 300 pelanggan masih menunggu layanan tangki antara satu sampai dua minggu. Namun hari ini, atau paling lambat besok, akan dilayani, sehingga warga bisa mendapatkan air bersih,” imbuh Rizal Effendi.
Pada kesempatan itu, Haidir Effendi menjelaskan bahwa persoalan di Balikpapan Barat, karena pemakaian air meningkat, sehingga aliran air tidak bisa menyuplai ke wilayah tinggi. Keberadaan reservoir kurang mampu mendorong air ke perbukitan. belum lagi ada pipa distribusi yang bocor dan booster yang tak efektif.
“Gangguan itu coba kami atasi, simultan dengan distribusi air dengan tangki,” imbuhnya.
Haidir bilang ada satu tangki yang melayani eceran. Warga bisa membeli satu drum atau dua drum.
Dari 300 warga yang mengantre air bersih, sebagian sudah dilayani melalui sistem perpipaan.
“Daerah yang masih sulit umumnya ada di ketinggian, seperti Sidodadi, Askit dan Gunung Bugis. Kalau wilayah Selatan sampai kemarin daerah Prona 3,” terang Haidir.
Saat ini kapasitas tangki yang dimiliki PDAM Balikpapan berkisar antara 3-5 kubik. Harga jual air bersih Rp10 ribu per kubik yang diambil dari pos pengisian tangki Jalan MT Haryono.
Namun di pasaran, harga jual air tangki PDAM bisa mencapai Rp Rp 100 ribu. Hal itu karena pengenaan biaya pengantaran yang bergantung pada jarak.
“Saya berharap pemerintah bisa menetapkan harga eceran tertinggi, sehingga tidak ada yang melebihi ketentuan,” sambung Haidir.
Ditambahkan Haidir, kemampuan tim distribusi tangki air PDAM sangat terbatas. Dalam satu hari, rata-rata kemampuan mengantar 5 kali. Dengan tambahan armada, PDAM bisa memenuhi 100 permintaan dalam sehari.