Kemarau, Olahan Buah Segar Alternatif Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel), Saiful Anwar, imbau masyarakat menjaga kesehatan selama musim kemarau.

Kondisi cuaca yang rentan menimbulkan penyakit disebutnya bisa diminimalisir dengan aktivitas fisik melalui olahraga dan asupan makanan bergizi. Buah segar disebutnya bisa jadi alternatif menjaga daya tahan tubuh selama kemarau.

Aktivitas fisik melalui olahraga diakuinya bisa dilakukan saat pagi hari dan sore hari minimal 30 menit. Kondisi lingkungan di wilayah Penengahan yang aman dari kondisi kabut asap pembakaran lahan mendukung kegiatan di luar ruangan.

Meski demikian menjaga kesehatan dari debu beterbangan tetap harus dilakukan dengan memakai masker. Sebab masker bisa mengantisipasi debu yang berpotensi terhisap saat aktivitas di luar ruangan.

Saiful Anwar (kiri) Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan saat kegiatan olahraga pada Porcam Kecamatan Penengahan, Jumat (27/9/2019) – Foto: Henk Widi

Kreativitas pengolahan buah segar saat kemarau menurut Saiful Anwar menjadi alternatif mendapat asupan air. Sebab pada kemarau tubuh cenderung mengalami dehidrasi.

Kekurangan cairan dalam tubuh menjadi penyebab pusing, mual bahkan pingsan. Konsumsi buah yang bisa menjadi pilihan dilakukan dengan membuat jus buah, salad buah. Meski dalam kondisi cuaca terik penggunaan es harus dibatasi menghindari gejala flu, batuk dan pilek.

“Setelah olahraga badan kerap terasa gerah dan langsung ingin minum memakai es, padahal itu kurang bagus, buah segar jadi alternatif tanpa harus diberi es dengan cara diblender menjadi jus segar pengganti cairan tubuh yang hilang melalui keringat,” tutur Saiful Anwar saat ditemui Cendana News, usai kegiatan senam mengawali Porcam Kecamatan Penengahan, Jumat (27/9/2019).

Kebiasaan mengonsumsi minuman segar dengan es sesudah olahraga menurut Saiful Anwar bisa diganti dengan minum air putih biasa. Stok buah segar yang memiliki kandungan air tinggi bisa menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Sejumlah buah yang bisa jadi alternatif diantaranya semangka, jeruk, apel. Banyaknya penjual buah segar yang marak selama kemarau bisa menjadi alternatif termasuk adanya penyedia jus segar yang diblender tanpa es.

Pentingnya mengonsumsi buah segar sebagai makanan tambahan selama kemarau menjadi bagian dari kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Sebab poin Germas diantaranya aktivitas fisik minimal 30 menit, mengonsumsi buah dan sayuran, memeriksa kesehatan secara rutin. Sosialisasi pada sejumlah sekolah disebutnya melibatkan pelaksana program gizi, promosi kesehatan Puskesmas.

“Para bidan desa yang melakukan kegiatan Posyandu rutin juga selalu menganjurkan orangtua memberi asupan buah segar saat kemarau bagi anak,” tuturnya.

Pasokan buah segar diakuinya tidak harus berasal dari membeli. Sebab di sejumlah desa warga masih memiliki kebun menghasilkan buah alpukat, pisang dan buah segar dari kebun. Upaya menjaga daya tahan tubuh melalui buah segar diakuinya tidak harus mengonsumsi buah yang dibeli melainkan bisa diperoleh dari kebun termasuk sejumlah sayuran segar.

Teknik pengolahan dengan dikreasikan menjadi jus, salad buah kerap diajarkan oleh bidan dan sejumlah ibu melalui program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK).

Elma, salah satu pedagang buah segar dalam bentuk salad mengaku, ia menyediakan menu tersebut dalam bentuk cup. Kegiatan olahraga bagian dari Germas menurutnya menjadi peluang usaha baginya.

Elma, pedagang salad buah dengan bahan buah segar yang cocok dikonsumsi untuk menjaga stamina tubuh saat musim kemarau, Jumat (27/9/2019) – Foto: Henk Widi

Sebab konsumsi akan buah yang semakin menjadi tren membuat ratusan cup salad buah selalu habis terjual. Salad buah menurutnya dibuat dari beragam buah segar yang dipotong agar mudah dikonsumsi.

“Kreasi salad buah mengombinasikan apel, jeruk, mangga, alpukat, mayonaise dan air jeruk nipis dalam satu cup sehingga mudah dikonsumsi,” tutur Elma.

Salad buah menurutnya banyak diminati oleh sejumlah siswa sekolah dam ibu rumah tangga. Pentingnya konsumsi buah yang dianjurkan oleh petugas kesehatan selama kemarau ikut meningkatkan penjualan.

Dalam waktu dua hari Elma mengaku bisa menjual sekitar 100 cup salad buah dengan harga Rp5.000 dan Rp10.000. Selain praktis sejumlah siswa sekolah memilih salad buah setelah kegiatan olahraga.

Mahdalena, salah satu siswa SDN 2 Pasuruan yang terlibat dalam Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam) Kecamatan Penengahan memilih salad setelah olahraga.

Mahdalena, salah satu siswa sekolah yang menyukai salad buah sesudah aktivitas olahraga, Jumat (27/9/2019) – Foto: Henk Widi

Kondisi cuaca terik berakibat ia cepat berkeringat membuat asupan air putih dan salad buah jadi pilihan.

Selain menyegarkan salad buah menurutnya berisi potongan buah segar yang cocok dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh.

Pedagang buah segar bernama Juki di Jalan Kusuma Bangsa, Kalianda mengaku tren konsumsi buah naik saat kemarau. Kandungan air pada buah semangka, melon, jeruk dan mangga jadi pilihan.

Dikonsumsi dengan cara langsung atau diolah membuat buah segar bisa menjadi pengganti cairan tubuh yang hilang saat kemarau.

Sejumlah buah mengandung air kerap dijual olehnya dengan harga jual mulai Rp6.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

Lihat juga...