Di Tamanmartani tak Lagi Ada Rumah Berlantai Tanah

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Program lantainisasi Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, mampu menghapus rumah tak layak huni di Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman. 

Rumah-rumah warga yang sebelumnya masih berlantai semen dan tanah kini, telah berubah jauh lebih baik, bahkan lebih dari 90 persen menjadi keramik.

Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Dusun Karangmojo, Tamanmartani, Seto Legowo, mengakui keberhasilan program lantainisasi tersebut.

“Sejak 2018, hingga kini Yayasan Damandiri telah memberikan bantuan lantainisasi ke 25 rumah di dusun Karangmojo. Adanya program ini sangat-sangat membantu. Kini tak ada lagi rumah berlantai tanah di dusun Karangmojo,” ujarnya, baru-baru ini.

Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Dusun Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta,  Seto Legowo  -Foto: Jatmika H Kusmargana

Seto mengatakan, di Dusun Karangmojo terdapat sebanyak 250 KK yang terbagi di 4 wilayah RT. Berkat program Lantainisasi yang dilakukan Koperasi Tamanmartani Sejahtera, kini seluruh rumah warga tersebut dinyatakan layak huni dan layak ditinggali.

“Sebelum ada program lantainisasi ini, masih ada 1 rumah warga yang berlantai tanah. Selain itu, beberapa rumah warga lantainya juga rusak, meskipun sudah berupa semen. Merekalah yang kita prioritaskan mendapatkan bantuan lantainisasi ini,” katanya.

Dari 25 rumah yang direnovasi lantainya, lanjut Seto, sebanyak 22 rumah milik warga berubah menjadi keramik. Hal itu bisa terjadi karena tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program ini.

“Banyak warga swadaya dengan mengerjakan atau menggarap sendiri proses lantainisasi ini. Sehingga dana bantuan yang semestinya digunakan untuk membayar tukang bisa untuk membeli keramik,” ungkapnya.

Selain menjadi lebih bersih dan sehat, adanya program lantainisasi ini juga membuat rumah-rumah warga di Dusun Karangmojo kini menjadi lebih indah dan tertata. Meski begitu, Seto menyebut perbaikan di bidang fisik ini harus juga diimbangi dengan pemberdayaan di bidang lainnya, sehingga mampu mengangkat ekonomi warga.

“Meski secara fisik rumah warga menjadi lebih baik, namun memang belum bisa menjamin peningkatan ekonomi. Sehingga masih diperlukan pemberdayaan ekonomi untuk bisa menghapus kemiskinan secara menyeluruh di dusun ini,” ungkapnya.

Lihat juga...