Burung ‘Gondol’ Serang Tanaman Padi Petani Kampung Babakan-Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Hama burung pipit menyerang areal persawahan petani yang sudah mulai menguning, di Kampung Babakan, Desa Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, sehingga menyebabkan sejumlah petani gagal panen.

“Capek ngejagainnya, saya aja berdua istri kewalahan, padahal cuma empat kotak. Jaga di sini, tapi burung lari ke kotak sana, orang Bekasi bilang burung gondol (istilah burung pipit -red),” ujar Jampang (51), seorang petani di Kampung Babakan, kepada Cendana News, Senin (2/9/2019).

Dia mengaku pasrah, karena berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengahalau hama burung yang mencapai ribuan ekor itu, dan memakan padi yang sudah mulai menguning. Semua upaya gagal, hama burung itu terus berdatangan. Jampang mengaku baru tahun ini hama burung memenuhi areal persawahannya.

Jampang, petani padi di Kampung Babakan Mustikasari, saat ditemui pada Senin (2/9/2019). -Foto: M Amin

Akibat serangan burung, ia bersama petani lainnya terpaksa harus menunggui sawah dari pagi hingga menjelang malam, untuk mengantisipasi agar tanaman padi tidak habis dimakan burung. Tapi, burung terlalu banyak hingga dia memastikan gagal panen.

“Kondisi begini, ya ga bisa ngapa-ngapain. Harapan panen tidak bisa diharap, lihat saja padinya kosong begitu, karena dimakan burung gondol,” tandas Jampang, sembari menunjukkan butiran padi di areal sawah miliknya.

Beragam upaya sudah dicoba untuk mengusir hama burung,  pasang jebakan berupa rangkaian tali plastik dan orang-orangan sawah. Namun, itu semua tak cukup, karena jumlah burung yang datang tetap banyak.

Niman (48), petani lainnya, mengakui serangan hama burung terjadi sejak padi mulai keluar. Dia dan Jampang sama mengalami gagal panen dan tidak ikut asuransi usaha pertanian yang dicanangkan pemerintah.

“Ya, sudah mau diapain lagi, gagal panen. Mungkin lagi musimnya. Selain burung, areal sawah juga mulai kering karena tidak pernah hujan,”papar Eman, mengaitkan banyaknya hama burung dengan musim kemarau yang sedang melanda wilayahnya.

Pantauan Cendana News di areal persawahan Kampung Babakan, Mustikasari, terlihat untaian tali plastik dan sejumlah orang-orangan sawah di pasang sebagai ragam upaya yang dilakukan para petani untuk mengusir hama burung. Mereka juga tampak berjaga-jaga di areal sawah dengan memegang sebuah tongkat jaring dan sesekali berteriak.

Terlihat ribuan burung pipit berterbangan secara bergerombol dan tidak menjauh dari areal sawah, meskipun sudah dihalau petani. Dari kotak sawah satu, hama burung tersebut pindah ke kotak lainnya. Ada sebagian petani sudah memanen lebih dulu padinya.

Lihat juga...