Pemberian ASI Eksklusif, Salah Satu Cara Cegah ‘Stunting’
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BALIKPAPAN – Pemberian gizi dan nutrisi terbaik untuk anak menjadi kewajiban orang tua dan hal yang tidak mudah. Sehingga diperlukan perhatian khusus dan keseriusan dari para orangtua serta semua pihak.
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, menjelaskan, ada banyak hal yang bisa mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak yang perlu diberikan, selain asupan gizi terbaik.

“Seperti cinta dan kasih sayang orang tua maupun keluarga, ASI juga memberikan kesadaran pada kita bahwa itu adalah gizi terbaik,” jelasnya, Jumat (27/9/2019).
Menurut dia, masa emas anak merupakan masa penting mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa golden age terjadi pembentukan sistem saraf secara mendasar.
“Di usia emas anak (nol hingga 5 tahun) harus diberikan protein, gizi dan nutrisi yang cukup. Terlebih air susu ibu (ASI) eksklusif,” beber Hadi Mulyadi.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim, Norbaiti Isran Noor, mengungkapkan, pemberian ASI eksklusif juga salah satu cara mencegah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis.
“Pemberian ASI itu penting agar anak Balita cukup gizi, terhindar dari stunting. Terutama seribu hari pertama kehidupan sejak dalam kandungan, menyusui dan masa tumbuh kembang,” ujar Norbaiti.
Karena itu, pihaknya mengharapkan melalui Pekan ASI pada bulan ini, dapat mengingatkan para orangtua akan pentingnya pemberian ASI eksklusif.