Warga di Sejumlah Desa di Sikka Masih Kesulitan Air Bersih

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Beberapa wilayah desa di kabupaten Sikka, mengalami kekeringan ekstrem akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Debit mata air mengalami penurunan, sehingga berdampak kepada suplai air bersih kepada warga.

“Kami sangat kesulitan air bersih, sehingga kami meminta bantuan kepada pemerintah melalui BPBD. Memang pernah ada pengiriman air bersih ke tempat kami oleh BPBD,” kata Romana Reta, warga Kangae, kabupaten Sikka, NTT, Rabu (28/8/2019).

Menurut Romana, musim kemarau tahun ini lebih panjang sehingga warga mengalami krisis air bersih. Bak-bak air penampung air hujan di rumah warga sudah mulai kosong.

“Kalau ada uang, baru kami pesan air dari mobil tanki isi 5.000 liter. Sekali beli harganya berkisar antara Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Makanya, banyak warga yang jual hasil komoditi seperti kelapa dan mete untuk beli air,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka, NTT, Muhammad Daeng Bakir. -Foto: Ebed de Rosary

Kepala BPBD Sikka, Muhammad Daeng Bakir, mengatakan, pihaknya sudah sering mengirimkan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan air bersih.

Selain ke desa Tanaduen di kecamatan Kangae, pihaknya juga mengirim air bersih untuk warga di kecamatan Nelle.

“Kami selalu kirim air bersih untuk warga yang mengajukan permohonan melalui pemerintah desa. Sudah banyak desa yang kami kirim air bersihnya, dengan mobil tanki ukuran 5.000 liter,” tuturnya.

Menurut ramalan cuaca  kata Daeng Bakir, bencana kekeringan bisa berlangsung sampai bulan Oktober nanti.

Untuk itu, dirinya meminta agar pihak desa dan kecamatan mendata wilayahnya yang mengalami kekeringan dan kebutuhan air bersih. Juga wilayah pertanian yang mengalami krisis air untuk mengairi lahan sawah.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang, S.I.K., mengatakan, pada Selasa (27/8) pihaknya melakukan pengiriman air bersih bagi warga.

“Kemarin kami kirim bagi warga dusun Halat, desa Nele Barat, kecamatan Nelle, tepatnya di rumah Yohanes Nurak. Kami memberikan air bersih bagi warga masyarakat kecamatan Nelle yang mengalami kekeringan dan krisi air bersih,” kata Rickson.

Rickson menambahkan, dalam setiap minggu, Polres Sikka minimal mengirimkan air bersih bagi tiga desa yang mengalami kekeringan. Setiap desa diberikan jatah satu tanki air bersih ukuran 5.000 liter.

“Aksi ini dilakukan selama bulan Agustus sampai September 2019. Mudah-mudahan, awal Oktober 2019 sudah mulai turun hujan,” harap Rickson.

Lihat juga...