Puskesmas Ketapang Gelar Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Unit Pelaksana Tekhnis Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan menggelar penjaringan kesehatan anak sekolah.
Bidan Desi Novita, pemegang program kesehatan di Puskesmas tersebut mengatakan, penjaringan kesehatan dilakukan untuk mendeteksi secara dini kesehatan siswa.
Sebagai salah satu bidan di Desa Sumur, Dia menyebut, penanganan kesehatan sejak dini sangat penting. Deteksi dini dibutuhkan untuk mengetahui sejak awal masalah kesehatan yang dihadapi para siswa. Hal itu untuk membantu memberikan penanganan sedini mungkin.
Pada tahap awal, penjaringan dilakukan untuk siswa tingkat SD. Jadwal penjaringan siswa digelar secara bertahap dari SD hingga SMP. Penjaringan kesehatan dilakukan kepada peserta didik kelas 1 SD, kelas VII SMP dan kelas X SMA. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi, pemeriksaan kebersihan perorangan, pemeriksaan status gizi, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, ketajaman indera penglihatan, dan pendengaran.

“Penjaringan kesehatan diprioritaskan bagi siswa baru dan petugas dari Puskesmas meliputi pelaksana program gizi, promosi kesehatan, serta program lain, agar penjaringan bisa berjalan dengan baik,” terang bidan Desi Novita kepada Cendana News, Senin (5/8/2019).
Penjaringan dilakukan bertahap sejak awal Agustus hingga September. Targetnya, seluruh siswa dapat diperiksa. Sementara itu, Senin (5/8/2019), saat dilakukan penjaringan di SDN 2 Sumur, sebanyak 46 siswa dilibatkan. Kegiatan penjaringan kesehatan disebut bidan Desi Novita, bagian dari pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan di sekolah diutamakan untuk upaya peningkatan kesehatan dalam bentuk promotif dan preventif.
Upaya preventif antara lain, kegiatan penjaringan kesehatan (screening) pada siswa baru. Selain oleh petugas kesehatan, kegiatan penjaringan untuk mengaktifkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tekhnik penjaringan dilakukan melalui sejumlah cara, seperti, pengisian kuisioner peserta didik yang berisi riwayat kesehatan, riwayat imunisasi, kesehatan intelegensia, kesehatan reproduksi. Kuisioner tersebut untuk siswa SMP.
Sementara untuk siswa SD, dilakukan pemeriksaan kesehatan status gizi, kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut dan kesehatan lainnya. “Seminggu sebelum pelaksanaan sekolah telah mengumkan kepada siswa agar mempersiapkan diri,” terang Desi Novita.
Pada kegiatan penjaringan, para siswa diajak untuk mempraktikan cara menjaga kesehatan. Diantaranya dengan mengajak membawa sikat gigi dari rumah kemudian diberikan pemahaman cara menggosok gigi yang benar. Selain itu siswa dikenalkan pula dengan pola hidup bersih dan sehat. Seperti melakukan cuci tangan, pelaksana program gizi dan UKS, juga melakukan pemeriksaan kondisi WC hingga kantin sekolah.