Kepesertaan Program KB di Yogyakarta Masih di Bawah Target
YOGYAKARTA – Kepesertaan program keluarga berencana untuk pasangan usia subur di Kota Yogyakarta masih berada di bawah target.
Target yang ditetapkan yaitu 73 persen, sementara capaianya baru 69 persen. “Masih ada ribuan pasangan usia subur (PUS) yang belum menjadi peserta KB aktif. Kami melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepesertaan KB,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Ariyani, Sabtu (24/8/2019).
Di Kota Yogyakarta saat ini terdapat sekitar 40.000 pasangan usia subur. Namun, baru ada sekitar 27.000 pasangan usia subur yang menjadi peserta KB aktif. Sebagian besar pasangan usia subur di Kota Yogyakarta memilih tidak menggunakan alat kontrasepsi, meskipun tidak ingin memiliki anak di kemudian hari.
“Banyak pasangan usia subur yang mengandalkan berbagai metode KB tradisional untuk menunda anak atau bahkan tidak memiliki anak lagi. Misalnya mengandalkan KB metode kalender. Namun, metode ini juga masih berpotensi pada terjadinya kehamilan,” jelasnya.
Selain itu, banyak pasangan yang berusia lebih dari 40 tahun juga memilih tidak menggunakan alat kontrasepsi. “Padahal, mereka juga memiliki potensi kehamilan, apalagi jika istri belum memasuki masa menopause,” katanya.
Sejumlah upaya untuk meningkatkan kepesertaan KB di Kota Yogyakarta ditempuh dengan sosialisasi KB melibatkan forum agama dan tokoh masyarakat. Ada warga yang memiliki pemahaman bahwa KB melanggar aturan agama. “Harapannya, tokoh agama atau masyarakat membantu kami menyosialisasikan program KB, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang sama. Tujuan KB adalah pengendalian kelahiran untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera,” jelasnya.
Selain itu, sosialisasi juga dilakukan untuk kaum pria, karena di tengah masyarakat juga masih ada anggapan bahwa KB hanya ditujukan untuk kaum perempuan. “Peserta KB untuk pria juga terus diupayakan meningkat. Kami juga memberikan reward uang bagi akseptor baru KB pria,” katanya.
Warga yang ingin menjadi akseptor KB pria, dapat mendaftar melalui kader KB di wilayah atau penyuluh di tiap kecamatan. Pelayanan KB pria dengan metode vasektomi, dilayani secara gratis di RS DKT Yogyakarta. Meskipun kepesertaan KB di Kota Yogyakarta belum memenuhi target, namun tingkat kelahiran sudah berada di bawah target nasional. Angka kelahiran di Kota Yogyakarta 1,24 sedangkan target nasional dua. (Ant)