Jelang Idul Adha, Intensifkan Pemantauan Kesehatan Hewan Kurban

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Jelang hari raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, melakukan pemantauan hewan kurban untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban para pedagang hewan kurban.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan, drh Hilda Sari, mengatakan, pemantauan dilakukan di lima kecamatan yang ada di kota Malang yakni kecamatan Kedungkandang, Klojen, Sukun, Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru selama empat hari hingga hari Jumat.

“Tahun lalu kami memantau sekitar 115 lokasi penjualan. Dan untuk tahun ini juga Insyaallah hampir sama dengan tahun lalu,” ujarnya saat memantau kesehatan hewan kurban sapi di kecamatan Kedungkandang, Selasa (6/8/2019).

Menurut Hilda, pemantauan kesehatan hewan meliputi gejala klinis seperti kondisi bulu hewan kurban, kemudian lubang-lubang, selaput lendir, mata, telinga, hidung, anus, serta kaki dan cara berdirinya.

“Semua hewan kurban di lokasi ini sudah kita periksa dan semua sapinya dalam keadaan sehat. Jadi kami sudah pasang stiker sebagai penanda bahwa hewan di tempat ini sudah diperiksa oleh petugas dari bidang peternakan,” terangnya.

Sedangkan di lokasi pemantauan yang lainnya, lanjutnya,  belum ada laporan terkait temuan kasus atau penyakit yang membahayakan.

“Sampai sekarang kondisi hewan kurban semuanya masih dalam keadaan baik-baik saja,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan Hilda, biasanya penyakit yang kerap ditemukan pada saat pemantauan hewan kurban adalah penyakit diare, kudisan atau scabies, yang kerap terjadi pada domba atau kambing, sedangkan pada hewan sapi sangat jarang ditemukan.

“Kalau diare itu biasanya kelihatan dari anusnya yang kotor. Sedangkan scabies bisa dilihat dari kulitnya yang gropeng-gropeng,” jelasnya.

Sementara untuk penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia itu seperti antraks bisa dilihat dari lubang-lubang di bagian tubuh hewan yang mengeluarkan darah.

“Kalau penyakit antraks itu biasanya pada lubang hidung, mata, lubang anus itu mengeluarkan darah segar. Tapi sejauh ini pemantauan kami tidak ada, tahun kemarin juga tidak ada kasus antraks di Malang,” ungkapnya.

Oleh karenanya, bagi masyarakat yang akan membeli hewan kurban, diimbau untuk membeli pada pedagang hewan kurban yang telah mendapatkan stiker dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, agar terjamin kesehatan hewan kurbannya.

Lihat juga...