BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019 Targetkan Transaksi Rp126 Miliar
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, menargetkan transaksi sebesar Rp126 miliar pada gelaran BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019 di Jakarta. Target tersebut lebih tinggi 17 persen dari tahun sebelumnya, yang berhasil mencatatkan total realisasi bisnis sebesar Rp108,6 miliar.
“Jumlah itu terdiri dari pembiayaan produktif sebesar Rp56,7 miliar, pembiayaan konsumtif Rp51,2 miliar dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp577,6 juta,” kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, saat membuka BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019, di Assembly Hall Jakarta Convention Centrer (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2019).
Menurut Firman, Indonesia sebagai negara muslim terbesar diharapkan dapat menjadi pemicu dari satu rangkaian bisnis halal. Juga memberikan kesempatan untuk terjadinya suatu kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan.
“Seperti ada banyak potongan harga dan promosi untuk kegiatan haji dan umroh, pembiayaan untuk travelling dan berbagai kegiatan keuangan yang dapat dinikmati oleh pengunjung pada acara ini,” katanya.
Melalui BNI Syariah Islamic Expo 2019, lanjut Firman, pihaknya tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan. Namun, juga sebagai agregator bisnis dan kolaborator bagi segenap stakeholders.
“Kami ingin menyelaraskan industri halal di Indonesia dengan menjadikan event ini sebagai one stop solution, bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Firman.
Sementara itu dalam acara ini, BNI Syariah juga bersinergi dengan asosiasi dan mitra, untuk bersama-sama mengangkat ekonomi syariah di Indonesia melalui talkshow sertifikasi halal oleh Komite Bidang Perlindungan Konsumen dan Hubungan Industrial Masyarakat Ekomomi Syariah ( MES). Juga talkshow solusi bagasi dan kargo haji umrah.
BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019 diikuti oleh 141 peserta tenant supply chain. Di antaranya, 38 perusahaan travel, 57 international sellers, 8 national tourisme organization, 12 perusahaan perlengkapan perjalanan, 3 maskapai penerbangan, 13 lembaga pemerintah dan asosiasi serta 10 peserta lain.
“Ditargetkan, jumlah pengunjung tahun ini mencapai 30.000 orang, meningkat 25 persen dibanding tahun lalu,” pungkasnya.