Siswa Baru di Purbalingga Diajak Pahami Typologi Bencana

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PURBALINGGA — Pemahaman tentang kebencanaan dianggap penting untuk diketahui oleh pelajar, mengingat dalam kejadian bencana, mereka juga seringkali menjadi korban.

Menyikapi hal tersebut, SMK Negeri 2 Purbalingga menilai penting pemberian materi typologi bencana kepada para siswa baru. Selama masa orientasi atau pengenalan sekolah mulai dari tanggal 15 – 28 Juni, mitigasi bencana menjadi salah satu materi yang disampaikan. Pihak sekolah juga mengundang langsung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga untuk menyampaikan materi.

“Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadi bencana, baik tanah longsor, banjir, gempa dan erupsi gunung api. Langkah-langkah awal dalam menghadapi bencana, sangat penting untuk dipahami, supaya bisa meminimalkan korban,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Purbalingga, Farhan saat memberikan materi kepada para siswa, Kamis (25/7/2019).

Menurut Farhan, materi kebencanaan penting untuk diketahui para siswa, supaya mereka mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat dan cepat saat terjadi bencana. Para siswa juga diharapkan selalu waspada terhadap bencana baik saat di sekolah, rumah atau lingkungannya.

Ia berharap, pelajaran mitigasi bencana bisa masuk sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah. Menurutnya, materi dapat diintegrasikan melalui kegiatan estrakurikuler sekolah.

“ Materi pendidikan kebencanaan bisa masuk dalam penguatan pendidikan karakter siswa dan harus diberikan sedini mungkin kepada para siswa,” terangnya.

Lebih lanjut Farhan memaparkan, korban bencana alam kebanyakan merengut anak-anak dan orang tua, dimana mereka belum memahami bagaimana cara penyelamatan diri jika terjadi bencana. Diperlukan kepedulian dari para pemangku kebijakan, termasuk pihak sekolah agar materi kebencenaan bisa masuk dalam kurikulum pendidikan, atau minimal bisa masuk di kegiatan ekstrakurikuler.

Berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2014, Kabupaten Purbalingga menempati rangking 17 di Provinsi Jawa Tengah, dengan skor 159. Sementara untuk tingkat nasional, Purbalingga menempati rangking 226 daerah dengan ancaman bencana tinggi.

“ Dari data tersebut, Kabupaten Purbalingga termasuk dalam kategori daerah dengan ancaman bencana tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, dalam masa orientasi sekolah, para siswa juga mendapatkan materi tentang bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga, Damkar, serta TNI/Polri.

Lihat juga...