Pendidik di Pulau Rimau Balak Harapkan Perbaikan Dermaga

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Fasilitas dermaga kayu yang mulai lapuk di pulau Rimau Balak, tidak menyurutkan Sukirdi, guru dan kepala sekolah di SDN 5 Sumur mengabdi. Sejak 1990 ia harus pulang pergi menggunakan perahu kelotok jenis kasko dari dermaga pulau Rimau Balak ke dermaga Keramat, di Pulau Sumatera. Meski memprihatinkan, namun hal itu menjadi akses terdekat untuknya pergi mengajar.

“Dermaga yang kurang mendukung untuk aktivitas memang menjadi satu satunya akses terdekat, jadi tetap kami gunakan,” ungkap Sukirdi saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (25/7/2019).

Ia menyebutkan, usulan untuk perbaikan sudah dilayangkan ke pihak terkait, karena dermaga tersebut merupakan salah satu infrastruktur penting dalam transportasi antar pulau. Selain akses untuk pendidikan, warga yang ada di pulau Rimau Balak melakukan berbagai aktivitas.

“Terjangan gelombang pasang mengakibatkan papan, bambu dan tonggak penyangga dermaga kerap rusak meski sudah sering diperbaiki masyarakat dengan cara bergotong royong,” tambahnya.

Ia mengharapkan, perbaikan dermaga dapat segera dilakukan, agar mobilitas antarpulau tidak terganggu.

Sukirdi (kanan) kepala SDN 5 Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan saat akan menyeberang ke pulau Sumatera. Foto: Henk Widi

Sukirdi juga menyebut masih bersyukur ada bantuan fasilitas perahu untuk transportasi. Bantuan dari Dinas Pendidikan sangat mendukung kegiatan belajar mengajar. Saat sejumlah kegiatan dilakukan di pulau Sumatera, fasilitas Perahu menjadi sangat penting untuk digunakan para siswa.

Sementara itu, salah satu tenaga pendidik di SDN 5 Sumur, Iswandi menyebutkan, dukungan dari sejumlah pihak untuk pendidikan cukup banyak. Memasuki tahun ajaran baru, siswa mendapat bantuan dari Satuan Polisi Perairan Lampung Selatan. Dukungan alat tulis dan buku bacaan disebutnya sudah diberikan sepekan sebelumnya.

“Kami melakukan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi terbatas namun tidak menyurutkan untuk belajar” ungkap Iswandi.

Memasuki musim kemarau, Iswandi juga mengungkapkan sangat mendukung kegiatan belajar mengajar. Pasalnya saat musim penghujan para siswa harus berangkat dan pulang sekolah tanpa memakai sepatu. Kondisi tanah merah di sekitar pulau Rimau Balak membuat tanah licin saat hujan. Akses menuju ke dermaga yang masih berupa jalan tanah bahkan mudah dilintasi saat kemarau dibanding musim penghujan.

Lihat juga...