Purbalingga  Alokasikan Rp1,2 Miliar Beasiswa AUSTS

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Pemkab Purbalingga mengalokasikan anggaran hingga Rp 1,2 miliar untuk bantuan beasiswa bagi Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS). Bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada 1.300 anak yang putus sekolah.

Nilai bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp450.000 hingga Rp1,5 juta. Untuk siswa Sekolah Dasar (SD) yang putus sekolah diberikan bantuan Rp1 juta dan untuk siswa SMP yang putus sekolah diberikan beasiswa Rp1,5 juta. Dan untuk siswa putus sekolah tingkat SD yang sudah mendapat bantuan sebelumnya, diberikan bantuan beasiswa  lanjutan Rp350.000 dan untuk siswa SMP Rp750.000. Bantuan beasiswa juga diberikan untuk siswa kelompok belajar (Kejar) Paket A dan Kejar Paket B.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat memberikan bantuan beasiswa kepada para siswa yang putus sekolah, Rabu (8/1/2020) di Pendopo Dipokusuma mengatakan, bantuan beasiswa  AUSTS merupakan bantuan  diluar bantuan dari pemerintah pusat yang berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Bantuan AUSTS diberikan, sebab selama ini, bantuan KIP belum mengakomodir seluruh jumlah AUSTS yang ada di Kabupaten Purbalingga. Sehingga setiap tahun Pemkab Purbalingga  menganggarkan bantuan beasiswa AUSTS.

“Program KIP belum bisa mengakomodir seluruh siswa yang putus sekolah atau yang tidak mampu secara ekonomi. Sehingga kita berinisiatif untuk menambah bantuan melalui APBD dengan program AUSTS. Namun tiap tahun jumlah AUSTS juga semakin bertambah. Sehingga saya berharap, bantuan beasiswa ini bisa dipergunakan dengan baik,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati Tiwi memaparkan, tahun 2017 jumlah AUSTS masih sekitar 551 anak, tahun 2018 meningkat menjadi 848 anak dan di tahun 2019 meningkat kembali menjadi 1300 anak. Pemkab Purbalingga berkomitmen tinggi untuk memberantas angka putus sekolah, sehingga setiap tahunnya anggaran untuk AUSTS terus bertambah.

“Bantuan beasiswa ini bisa dipergunakan untuk membeli peralatan sekolah, seragam baru ataupun untuk transport ke sekolah, tetapi saya pesan kepada ibu-ibu, beasiswa ini jangan dibelikan beras atau kebutuhan lain di luar kebutuhan sekolah,” tegas Tiwi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Setiadi mengatakan, sampai saat ini rata-rata lama sekolah di Kabupaten Purbalingga kurang dari 7 tahun. Sehingga masih dijumpai anak usia sekolah, ada yang tidak bersekolah. Berbagai faktor menjadi penyebab anak usia sekolah tidak bersekolah, mulai dari faktor ekonomi, jarak sekolah dengan rumah yang jauh, serta minimnya dorongan dari orang tua.

“Program AUSTS ini sudah mulai dicanangkan Pemkab Purbalingga sejak tahun 2016. Pada awal program ini, dianggarkan beasiswa sebesar Rp 3 miliar dan hanya mampu terserap Rp 225 juta, yaitu untuk beasiswa 193 anak. Sehingga perlu dilakukan evaluasi, terutama untuk mendorong anak supaya mau kembali  ke bangku sekolah,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk tahun 2017, jumlah anak yang  berhasil ditangani beasiswa AUSTS bertambah menjadi 551 siswa dan tahun 2018 bertambah lagi menjadi 848 siswa. Peningkatan tersebut kembali terulang pada tahun 2019, sebanyak 1.300 siswa mendapatkan bantuan beasiswa AUSTS.

Lihat juga...