Sekolah Berperan Penting Edukasi Mitigasi Bencana

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sekolah memiliki peran penting mengedukasi anak didik dalam upaya mitigasi atau penyadartahuan tentang bencana alam. Edukasi tersebut ditanamkan dengan menciptakan lingkungan sekolah yang dipenuhi akan tanaman.

Topan Hariyono, kepala SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan memperlihatkan tanaman sirsak madu dan berbagai tanaman lain yang ditanam, Kamis (6/2/2020). Foto: Henk Widi

Topan Hariyono,Kepala SDN 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, kejadian bencana alam banjir yang masih melanda lahan pertanian, permukiman di Lamsel sebagian besar imbas kurangnya resapan air. SDN 1 Pasuruan yang berada di dekat Gunung Rajabasa menurut Topan Hariyono menjadi wilayah yang berpotensi longsor akibat penggundulan hutan. 

Penciptaan Sekolah Ramah Anak (SRA) menurutnya telah diintegrasikan dengan sekolah ramah lingkungan. Siswa diedukasi mengenal jenis tanaman, nama ilmiah tanaman hingga manfaatnya yang sebagian merupakan tanaman obat.

“Edukasi bagi siswa diajarkan melalui kewajiban untuk menanam berbagai jenis tanaman termasuk rumput yang berfungsi untuk resapan air sehingga ilmu tersebut bisa diterapkan saat berada di lingkungan rumah,” terang Topan Hariyono saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (6/2/2020)

Keberadaan sejumlah tanaman di lingkungan sekolah sebagian merupakan program satu siswa satu pohon. Melalui program Sehari Belajar di Luar Kelas (SBLK) proses penanaman pohon terus dilakukan.

Penyiapan sejumlah lubang resapan air dan pembuangan sampah organik bahkan telah diterapkan di lingkungan sekolah. Program satu siswa satu pohon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan bahkan dilakukan hingga siswa lulus dengan meninggalkan kenangan berupa bibit tanaman kayu, buah untuk ditanam.

“Saat lulus siswa memiliki catatan pernah menanam pohon yang nantinya akan bisa dilihat kembali jika tanaman sudah besar,” tutur Topan Hariyono.

Rumsih, Kepala TK PGRI Pasuruan yang ada dalam satu komplek sekolah dengan SDN 1 Pasuruan ikut mendukung edukasi pentingnya tanaman. Tenaga pendidik aktif mengajarkan siswa untuk membentuk karakter melalui perawatan tanaman.

“Siswa TK umumnya masih diantar orangtua sehingga bisa dilibatkan dalam edukasi menjaga lingkungan,” ujar Rumsih.

Keberadaan sejumlah tanaman yang bisa meresapkan air menjadi cara pencegahan banjir. Sebab kejadian yang terjadi di sebagian wilayah Lamsel dominan diakibatkan kurangnya pohon peresap.

Banjir luapan sungai Way Sekampung di Desa Bandar Agung di antaranya berimbas pelajar terhambat saat akan sekolah akibat genangan air di sekitar permukiman. Edukasi menjaga lingkungan menurutnya akan secara langsung berdampak bagi sektor pendidikan.

Lihat juga...