Kompetensi Perawatan Spiritual Perawat Masih Rendah
Editor: Mahadeva
YOGYAKARTA – Perawatan spiritual merupakan salah satu bagian penting dalam pengasuhan keperawatan atau praktik keperawatan di rumah sakit.
Sayangnya, hingga saat ini kompetensi perawatan spiritual yang diberikan perawat kepada pasien ternyata masih rendah. Hal itu disebabkan, perawat cenderung lebih mengutamakan perawatan dan pengobatan secara fisik.
Kebutuhan perawatan spiritual, yang mampu menjamin kualitas hidup pasien, belum terlayani secara maksimal. Dari penelitian yang dilakukan Mahasiswa program doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi UGM, Henie Kurniawati, 50 persen dari 130 perawat di beberapa rumah sakit, kususnya di Jawa Tengah, kurang kompeten memberikan perawatan spiritual.
Sementara, tenaga rohaniawan di rumah sakit, jumlahnya juga masih kurang. “Penelitian soal determinan perawatan spiritual ini dilakukan dengan melibatkan 311 perawat yang bekerja di rumah sakit. Diketahui bahwa ternyata, dukungan sosial cukup berpengaruh terhadap perawatan spiritual, sehingga meningkatkan derajat kesehatan pasien,” tandas Henie.
Menurut Henie, saat pasien mengalami kondisi, yang menuntut sistem melakukan penyesuaian, maka pasien dimungkinkan akan mengalami ketidakberdayaan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya ekstra secara spiritual, psikologis dan fisiologis, untuk mengurangi tekanan tersebut.
Manfaat dukungan sosial pada kesehatan, mampu mempercepat kesembuhan, memperbaiki penyesuaian terhadap penyakit. Meningkatkan kepatuhan terhadap aturan pemakaian obat, serta mengurangi frekuensi rasa sakit. “Kehadiran perawat dalam memberikan dukungan sosial kepada pasien berdampak besar bagi kesehatan,” ungkapnya.
Dukungan sosial, merupakan wujud kompetensi perawat dalam melakukan perawatan spiritual. Perawat mampu mengarahkan sikap pasien, memiliki kesediaan untuk memberi bantuan dan merawat orang lain, serta berkontribusi nyata bagi sebagian besar orang.
Dari penelitian yang dilakukan disimpulkan, kompetensi perawatan spiritual yang dilakukan perawat, sebenarnya berpotensi menjawab tantangan dunia kesehatan. Olah karena itu, perawat yang berkompeten mampu memenuhi kepuasan pasien di rumah sakit, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan spiritual. “Bentuk perawatan spiritual ini mampu mendorong perilaku sehat pasien, memotivasi pasien untuk sembuh dari sakit serta membantu dan memfasilitasi kegiatan ibadah pasien,” pungkasnya.