Jalan Rusak Sulitkan Warga Ndona Timur Pasarkan Hasil Pertanian

Editor: Koko Triarko

ENDE – Sulitnya akses transportasi, membuat masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Ndona Timur, yakni Demulaka, Kurulimbu, Kurulimbu Selatan, Ngguwa, Roga Sokoria dan Sokoria Selatan, terkendala dalam memasarkan hasil pertaniannya ke luar daerah.

“Kami selalu kesulitan kalau harus memasarkan hasil pertanian kami, seperti kopi, cengkih, kemiri dan bawang merah. Akses jalannya jelek sekali, sehingga kalau harus jual ke Ende pun butuh biaya besar,” ungkap Thomas Nggao, warga Desa Roga, Kecamatan Ndona Timur, Kamis (2/5/2019).

Thomas Nggao, warga Desa Roga, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende. -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Thomas, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende bisa membangun jalan aspal yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Ndona Timur. Untung saja ada dana desa, sehingga jalan di desa pun dibangun dari dana ini.

“Hampir semua jalan bekas jalan aspal yang sudah belasan tahun lalu diaspal, sehingga sekarang sudah rusak semua. Aspal sudah terkelupas dan yang tersisa hanya bebatuan saja,” tuturnya.

Thomas menyebutkan, truk berukuran besar sulit masuk ke desa-desa untuk mengangkut hasil pertanian dalam jumlah banyak. Jalannya sempit dan berbatu, apalagi ada jurang sehingga banyak sopir truk yang tidak mau ke Ndona Timur.

“Paling-paling yang datang membeli hasil pertanian dan perkebunan hanya para tengkulak atau pedagang pengumpul. Itu pun mereka hanya membawa mobil pick up, sehingga daya angkutnya terbatas,” sebutnya.

Selain itu, pedagang tersebut hanya berani datang saat tidak musim hujan, karena akses jalan akan sulit dilewati bila hujan. Banyak jalan yang masih tanah liat dan jalanan menanjak dan menurun, sehingga sulit dilewati.

“Banyak petani akan menjual hasil pertanian dan perkebunan saat pasar mingguan di setiap desa, sehingga saat mendapatkan uang langsung dipergunakan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Kepala Desa Roga, Stefanus Beda, S.Pd., mengatakan, dana desa dipergunakan untuk membangun jalan semen di empat dusun di desa tersebut. Minimnya dana desa, membuat perlu waktu lama supaya jalan di Desa Roga sepanjang sekitar 7 kilometer bisa disemen.

“Saat Musrenbang, permasalahan akses jalan sudah disampaikan agar pemerintah Kabupaten Ende bisa mengalokasikan dan untuk membangun jalan di kecamatan Ndona Timur. Kami hanya mengusulkan saja, karena kebijakan penganggarannya ada di kabupaten,” tuturnya.

Stefanus berharap, agar Pemerintah Kabupaten Ende bisa memperhatikan hal ini, dan bisa memperjuangkannya ke pemerintah pusat. Tentunya bila hanya mengandalkan dana dari APBD kabupaten, akan sangat sulit dan butuh waktu lama, mengingat wilayah Kabupaten Ende sangat luas.

“Minggu lalu saja ada truk yang mengangkut alat berat terbalik saat hendak ke Ndona Timur, dan masuk ke jurang. Sopirnya pun meninggal dunia dan ini tentunya membuat truk lainnya takut ke kecamatan Ndona, apalagi wilayah desa yang masih berupa jalan tanah,” pungkasnya.

Lihat juga...