Gedung Sekolah Terdampak Tsunami di Lamsel, Masih Digabung

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, sejumlah sekolah di Lampung Selatan yang mengalami kerusakan akibat tsunami pada 22 Desember 2018 lalu, diperbaiki. Salah satunya SDN 1 Kunjir di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

Kepala sekolah sekolah setempat, Haeruddin, menyebutkan bangunan yang rusak sudah diperbaiki. “Perbaikan fasilitas kelas dan ruang guru sekaligus sebagai persiapan untuk tahun ajaran baru 2019/2020,” ujarnya kepada Cendana News, Kamis (2/5/2019).

Haeruddin,Kepala Sekolah SDN 2 Kunjir,Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. – Foto: Henk Widi

Perbaikan bangunan sekolah tersebut, diakuinya sekaligus untuk dipergunakan bagi siswa dan guru dari SDN 2 Kunjir yang rusak akibat tsunami. Penggabungan dua sekolah tersebut diakuinya menjadi keputusan Dinas Pendidikan Lamsel sebelum dilakukan relokasi.

Menurut Haeruddin, wacana relokasi bagi SDN 2 Kunjir sudah dibahas oleh pihak komite sekolah, tokoh masyarakat. Lokasi yang disediakan untuk pembangunan sekolah baru disebutnya berada jauh dari pantai. Sebab bangunan lama yang diterjang tsunami hanya berjarak sekitar belasan meter dari Pantai Kunjir.

Ia menyebut jika sekolah baru dibangun, maka siswa SDN 2 Kunjir tidak harus bergabung dengan siswa SDN 1 Kunjir dalam kegiatan belajar mengajar.

Rosidah, salah satu orangtua siswa kelas 1 dan kelas 6, berharap sekolah sang anak di SDN 2 Kunjir yang rusak segera diperbaiki. Sebab sebelum sekolah diperbaiki puluhan siswa masih belajar menumpang di SDN 1 Kunjir.

Ia setiap hari mengantar anaknya berangkat sekolah. Usai tsunami ia kehilangan rumahnya di tepi pantai Dusun Gusung, Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lamsel.

Lima bulan usai tsunami pada 22 Desember 2018, Rosidah bersama dua anak dan sang suami tinggal di hunian sementara (huntara) Kunjir bersama 90 kepala keluarga dari total 138 keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat tsunami.

Lihat juga...