Aliran Listrik Palu-Kulawi Putus Total Akibat Banjir
SIGI – Aliran listrik dari Palu menuju Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga kini masih putus total karena banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di daerah itu, pada Minggu (28/4).
Manajer PT PLN Area Palu, Abbas Saleh, membenarkan jaringan listrik antara Desa Omu, Kecamatan Gumbasa sampai Desa Tuva, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, putus total akibat bencana alam banjir.
Ia mengatakan, sebanyak 40 tiang listrik dibutuhkan untuk menghubungkan kembali jaringan listrik PLN di wilayah tersebut. Tiang listrik dan jaringan listrik roboh dan terbawa arus, ketika banjir bandang menghajar sejumlah desa di Kecamatan Gumbasa, Kulawi dan Dolo Selatan.
Sudah berlangsung empat hari terakhir ini, listrik di sejumlah desa di wilayah Gumbasa dan Kulawi yang selama ini dipasok dari sistem kelistrikan Palu, padam total.
“Sementara untuk menormalkan kembali dengan menanam tiang dan sambungan jaringan listrik yang baru, membutuhkan waktu cukup lama. Kita harus tanam tiang baru, sebab tiang yang lama sudah diterjang banjir,” kata dia.
Banjir juga tidak hanya merusakkan infranstruktur penerangan listrik, tetapi juga prasana jalan. Jalur Palu-Kulawi juga putus total, karena badan jalan amblas dibawah arus.
“Tidak ada jalan lain. Itu jalan satu-satunya yang menghubungkan empat kecamatan di Kabupaten Sigi dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng,” ujar Abbas.
Petugas PLN, kata dia, sejak Senin (29/4) sudah mulai melakukan pemulihan, namun terkendala medan jalan yang akan dilewati jaringan listrik cukup sulit dilalui.
Masalahnya, kata Abbas, harus melewati hutan dan juga kebun warga, sehingga perlu waktu dan izin dari masyarakat setempat.
Hingga kini, jalur Palu-Kulawi antara Desa Omu dan Desa Tuva belum bisa tembus melalui jalur darat, sebab jalan sudah berubah menjadi sungai.
Empat kecamatan di Kabupaten Sigi, seperti Kulawi, Lindu, Pipikoro dan Kulawi Selatan, kini sementara terisolir. Masyarakat dari empat kecamatan itu tidak bisa ke Palu dan sebaliknya.
Banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kabupaten Sigi, juga meluas sampai ke sejumlah lokasi permukiman warga di Kota Palu, sampai saat ini masih terendam banjir akibat luapan air Sungai Palu.
Sejumlah sungai di Kabupaten Sigi bermuara menjadi satu dengan Sungai Palu. Meski tidak ada hujan, tetapi Sungai Palu sewaktu-waktu mendapat banjir kiriman, jika hujan deras di hulu sungai.
Menjawab pertanyaan, khusus aliran listrik di Desa Bangga sudah kembali menyala setelah petugas PLN melakukan upaya perbaikan.
“Tapi khusus pasokan listrik ke rumah-rumah warga yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang, hingga kini belum bisa dinormalkan,” kata dia. (Ant)