Walkot Padang Sambut Positif Tawaran Kerja Sama dari Singapura
Editor: Koko Triarko
PADANG – Potensi pariwisata yang ada di Kota Padang, Sumatra Barat, mendapat perhatian dari negara-negara tetangga Indonesia. Kota Padang yang memiliki potensi wisata pantai, pegunungan, kota tua, budaya, dan wisata kuliner, dinilai sebagai sebuah hal yang menarik untuk dikembangkan, dan mampu menumbuhkan potensi ekonomi di daerah tersebut.
Konsul Jenderal dari Singapura yang berkedudukan di Kota Medan, Richard Grosse, mengatakan, Kota Padang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikelola, seperti di bidang pendidikan dan terutama di bidang pariwisata.
Menurutnya, untuk menyambut perkembangan pariwisata di Padang, selain perlu adanya infrastruktur yang memadai, penunjang lainnya seperti berbahasa juga perlu dilakukan, seperti berbahasa asing.
Di Singapura, katanya, memiliki pengajar yang memiliki keahlian dalam mendidik bahasa asing, sehingga jika Padang mampu memiliki bahasa asing yang lebih baik, maka secara tidak langsung pariwisata akan turut merasakan dampaknya.
“Kerja sama Singapura dengan Kota Padang harus kita wujudkan, mengingat potensi yang dimiliki Kota Padang sangat banyak sekali. Padang juga memiliki budaya dan kuliner yang dapat menarik wisatawan. Untuk itu, kita pun menawarkan kerja sama itu, sehingga ke depan dapat kita lakukan pengembangan yang lebih baik,” ujar Richard, Kamis (21/3/2019).
Ia juga menyatakan, alasan Kota Padang dinilai memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan, karena Padang yang menjadi ibu kota Provinsi Sumatra Barat, menjadi pusatnya segala hal yang ada di daerah Sumatra Barat lainnya, terkumpul di Kota Padang. Seperti halnya kuliner, tidak harus datang lebih jauh ke daerah lainnya, cukup datang di Padang, maka akan menemukannya.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Padang, Mahyeldi, menyambut baik dan meminta Konsul Jenderal Singapura itu mengatur pertemuan lanjutan untuk membicarakan kerja sama yang akan dibangun.
“Banyak hal juga yang akan kita pelajari dari Singapura. Di antaranya, tentang perkotaan, penghijauan, tata kelola lalu lintas, sungai dan juga soal pendidikan,” tutur Mahyeldi.
Mahyeldi juga mengatakan, minat investor terhadap sektor pariwsata di Kota Padang tidak hanya datang dari Singapura. Tapi, berbagai pihak lain juga telah banyak menyatakan dan mengakui, bahwa Padang memiliki potensi yang cukup bagus di sektor pariwisata. Seperti yang datang dari perkumpulan para pemilik hotel atau Hotel Owner Club (HOC) Indonesia, yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.
“Jadi, peluang investasi pariwisata di Kota Padang sangat menjanjikan. Mengingat, Kota Padang memiliki keindahan alam dengan kawasan pantai dan pegunungan yang menawarkan pemandangan yang mempesona. Kota Padang juga memiliki dermaga, kapasitas listrik yang cukup, serta ketersediaan sumber air bersih dan dekat dengan bandara internasional,” sebutnya.
Mahyeldi menjelaskan, berbagai kemudahan ditawarkan bagi investor yang ingin berinvestasi di Kota Padang, salah satunya dengan mempemudah izin tempat usaha.
“Kita akan berikan izin parkir, dan izin lainnya gratis selama dua tahun, jika nilai investasi lebih dari satu triliun,” ujarnya.
Sementra itu, Ketua Umum HOC, Teddy Achmad, mengatakan, tujuan dari HOC ke Kota Padang untuk menjalin silaturahmi dan menjajaki peluang investasi.
“Kami mendengar Kota Padang sangat terkenal akan daerah pariwisata dan kuliner. Untuk itu, kami ingin melihat dan mendengar secara langsung dari Pemko terkait hal itu,” terang Teddy.
Teddy mengungkapkan, HOC merupakan perkumpulan para pemilik hotel yang didirikan di Kota Bandung. Hingga saat ini, anggota HOC telah tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia.
“Selain silaturahmi dengan pemerintah Kota Padang, kami juga melakukan pelantikan anggota HOC cabang Kota Padang ini,” terangnya.
Ia menyatakan sangat tertarik melakukan pendirian hotel atau penunjang pariwisata lainnya di Padang ini. Melihat ke Bandung, yang memiliki banyak lokasi wisata, hotel-hotel pun berkembang dengan baik. Untuk itu, Padang dinilai akan mampu tumbuh seperti di Bandung.
“Bagaimana ke depannya, perlu kita bahas lagi. Apakah pihak Pemko Padang berminat juga ada pembangunan hotel lagi, sebagai bentuk menampung kedatangan wisatawan. Selain itu, dari kita tentu perlu melakukan kajian lagi, dan sejauh ini saya lihat potensi yang ada sangat baguslah,” tegasnya.