Warga Malang Kumpulkan Koin untuk Tambal Jalan Berlubang
Editor: Koko Triarko
MALANG – Kondisi jaln raya di kota Malang yang banyak berlubang, menjadi sorotan masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Mereka khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, akan banyak memakan korban.
Menanggapi permasalahan tersebut, sejumlah masyarakat yang menamakan diri ‘Forum warga Kota Malang Peduli Jalan Berlubang’, menggelar aksi pengumpulan koin untuk mengaspal jalan.
Koordinator aksi, Wahyu Eko Setiawan, mengatakan, aksi pengumpulan koin tersebut merupakan sebuah langkah kecil untuk menggugah kesadaran warga Kota Malang, untuk turut membantu paling tidak menutup lubang-lubang jalan yang ada di RT, RW, atau lingkungan sekitar mereka.

“Tujuan yang kedua adalah kami ingin mengetuk hati pemerintah, kenapa jalanan berlubang dibiarkan saja. Apalagi, sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya, saat melakukan pengumpulan koin di depan gedung DPRD Kota Malang, Kamis (21/3/2019).
Wahyu menyebutkan, dari data yang mereka miliki, setidaknya ada sekitar 23 titik jalan berlubang di Kota Malang. Data tersebut hanya jalan berlubang yang lokasinya berada di jalan besar, belum termasuk di jalan kampung-kampung.
Menurutnya, jalan berlubang sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor. Apalagi, waktu turun hujan yang menyebabkan lubang tergenang air.
“Kalau lubang tergenang air itu kan pasti tidak terlihat. Itu yang kemudian menyebabkan banyak pengendara motor jatuh, apalagi pada saat malam hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan, tidak ada tujuan politis dalam aksi pengumpulan koin tersebut. Mereka hanya ingin menggugah kembali semangat gotong royong warga, untuk minimal membantu menutup jalan berlubang di lingkungan RT RW masing-masing.
“Kalaupun tidak bisa menambal dengan aspal, bisa sementara ditambal denga batako atau yang lainnya, agar aman sementara. Jangan sampai jatuh korban lagi,” ucapnya.
Namun, lanjutnya, tidak jarang warga yang justru memilih tidak mau peduli, karena beranggapan, bahwa menutup jalan berlubang adalah urusan pemerintah. Kalau semua membiarkan jalanan berlubang, termasuk masyarakat, maka akan jatuh korban lebih banyak lagi.
“Kami akan terus melakukan aksi pengumpulan ini, dan nanti jika uang sudah terkumpul, kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait, jalan mana yang boleh kita tambal,” akunya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Wali Kota Malang, Sutiaji, menanggapi positif aksi yang dilalukan warganya. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan, bahwa masyarakat ikut peduli akan masalah yang terjadi di kota Malang.
“Saya positif tinking saja, hanya saja memang masyarakat perlu pemahaman, bahwa yang namanya uang APBD itu bukan uang yang ada di brankas, tapi uang yang bentuknya kegiatan. Jadi, ketika bentuknya kegiatan dan sudah dianggarkan, ya sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Memang regulasinya seperti itu,” ujarnya.
Selain itu, ada aturan yang tidak memperbolehkan perbaikan jalan jika belum waktunya.
“Jika jalan yang memang belum waktunya dibenahi, namun sudah rusak. Kalau dibenahi, justru kita terbentur aturan,” terangnya.
Ia mengakui, Malang darurat jalan berlubang. Sehingga perlu koreksi nanti model pembangunan jalan yang seperti apa, agar bisa bertahan lama.