Sampah Plastik Penuhi Pesisir Pantai di Sikka

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Usai diguyur hujan, sepanjang pesisir, salah satunya Maumere, Kabupaten Sikka selalu dipenuhi oleh tumpukan sampah yang dibawa air hingga ke laut dan dihempaskan ke pantai.

Wenefrida Efodia Susilowati, direktur Bank Sampah Flores. Foto : Ebed de Rosary

“Bahkan di teluk Maumere terlebih di dekat muara kali, sampah plastik banyak berada di dalam laut,” sebut Wenefrida Efodia Susilowati, direktur Bank Sampah Flores, Rabu (20/3/2019).

Susi mencontohkan, saat membersihkan pantai Waiara usai hujan beberapa waktu lalu. Hampir sepanjang garis pantai terlihat tumpukan seperti gelas bekas minuman. Juga banyak limbah rumah tangga lainnya termasuk kain dan dedaunan.

“Harus ada langkah preventif dari pihak terkait untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat,” ungkapnya.

Susi menyebutkan, usai hujan, aksi bersih pantai yang melibatkan KSDA, Komunitas Diving di Maumere serta Bank Sampah Flores dan Trash Hero mengumpulkan 130 kilogram sampah.

“Total terkumpul sebanyak 130 kilogram dengan rincian 10 karung plastik botol dan gelas sebanyak 32 kilogram. Juga ada 11 karung campuran berupa kain, tas plastik, pakaian, pempers dan bungkus kemasan seberat 98 kilogram,” bebernya.

Ferdinandus Hery salah seorang warga yang ditemui di lokasi pantai Wairetrang pun mengakui hal yang sama. Banyak tempat wisata yang tidak memiliki tempat sampah sehingga wisatawan lokal sering membuang sembarangan.

“Harusnya pengelola menyediakan fasilitas memadai. Bisa memakai karung-karung bekas sebagai tempat sampah yang dapat dibuang saat penuh,” ujarnya.

Dirinya mengapresiasi banyak hotel dan penginapan yang tamunya wisatawan asing. Kepedulian wisatawan terhadap sampah sangat tinggi. Bbahkan pemilik tempat usaha pun selalu menyediakan air isi ulang sehingga wisatawan hanya membawa botol minuman saja.

“Harus ada aturan dimana di tempat-tempat umum tidak boleh membuang sampah sembarangan apalagi di tempat wisata. Banyak pengelola pantai wisata perorangan pun lebih memilih membakar daripada membuanganya ke TPA,” tuturnya.

Lihat juga...