Penerima Beasiswa Kemensos, Hesti: Saya Ingin Jadi Dokter
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Fransiska Hesti Anggraini, satu dari tiga pelajar sekolah dasar di Maumere Kabupatan Sikka menerima bantuan beasiswa dari Menteri Sosial RI. Murid kelas 5 SDI Kode desa Nele Wutung kecamatan Nele berharap dapat meraih cita-citanya untuk menjadi dokter.
“Saya ingin jadi dokter. Makanya setiap hari rutin belajar dari pukul 19.00 hingga 20.00 WITA supaya bisa jadi juara dan dapat beasiswa. Saya nanti mau lanjut ke SMPN2 Maumere karena fasilitas sekolahnya lengkap,” ujarnya malu-malu saat ditanyai Cendana News, Rabu (20/3/2019).
Hesti yang juga gemar kesenian tradisional ini juga ambil bagian dalam tarian Hegong saat penjemputan Menteri Sosial RI. Ia mulai menekuninya sejak kelas 4 SD, bahkan setiap kali meraih juara dirinya selalu mendapat hadiah uang dari guru di sekolahnya.
“Saya senang kalau juara selalu mendapat uang dari guru dan orang tua. Makanya saya selalu rajin belajar biar terus menjadi juara. Apalagi bisa dapat beasiswa dari menteri Sosial sehingga saya bisa jadi dokter,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala dinas Sosial Sikka, Emmy Laka menyebutkan, bantuan beasiswa Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita tersebut diberikan saat berkunjung ke Maumere, Selasa (19/3/2019).
“Menteri Sosial memberikan beasiswa kepada ketiga anak dari KPM PKH. Mereka dinilai berprestasi dibandingkan dengan ribuan anak lainnya,” sebutnya.
Pelajar yang berprestasi tersebut yakni Fransiska Hesti Anggraini, murid Kelas 5 SDI Kode desa Nele Wutung kecamatan Nele. Karena sejak duduk di kelas 1 selalu meraih rangking pertama di kelasnya.
“Hesti juga meriah juara kedua dalam lomba mewarnai tingkat Keuskupan Maumere. Untuk tingkat kecamatan Nelle, dirinya pun pernah tercatat memperoleh juara kedua lomba dokter cilik,” ungkapnya.
Siswa berikutnya yang memperoleh bantuan yakni Fransiska Florensia Lodan. Siswi SMP Satu Atap Pigang desa Wuliwutik kecamatan. Nita menjadi juara pertama saat duduk di kelas IX.
Juga ada Henderikus Hekur siswa SMAN 1 Tanarawa desa Natarmage kecamatan Waiblama yang menjadi juara pertama saat duduk di kelas XII di sekolah tersebut.
“Untuk Fransiska Florensia Lodan, selain meraih juara di kelas, dirinya juga menjuarai lomba bulu tangkis tingkat kabupaten Sikka dan juara kedua tingkat provinsi NTT,” terangnya.
Emmy berharap anak-anak KPM PKH lainnya juga harus bisa berprestasi. Bantuan dana yang diberikan tentunya untuk menstimulus anak-anak yang berprestasi dari keluarga yang kurang mampu untuk bisa bersekolah.
“Kami berharap agar anak-anak PKH lainnya pun bisa berprestasi dan meraih kesuksesan. Ini yang membuat pemerintah memberikan bantuan dana yang juga bisa digunakan untuk menopang ekonomi keluarga termasuk membiayai kebutuhan sekolah anak,” ungkapnya.